Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI memanggil Polri, KPK, dan Kejaksaan Agung. pada hari ini, Senin (17/9/2012). Pemanggilan diduga karena memanasnya hubungan antara Polri dan KPK.
"Ya pemanggilan tentang kasus Simulator SIM, yang jadi pertanyaan bagaimana fungsi KPK dalam mensupervisi beberapa kasus korupsi di sana jalan atau tidak kemudian kok ada semacam ketegangan dengan polisi itu yang direncanakan dalam pertanyaan tertulis," kata anggota Komisi III DPR RI Eva Kusuma Sundari.
Eva mengatakan dalam pertemuan tersebut juga akan berkembang mengenai kabar terhangat yakni penarikan 20 penyidik Polri dari KPK. "Walaupun penjelasan tidak ada kaitan dengan simulator, tapi kan pasti mempengaruhi kapasitas KPK," ujarnya.
Eva mengaku heran, mengapa KPK yang sedang menangani kasus dengan bobot politik tinggi harus mengalami masalah penarikan penyidik Polri. "Jadi aku engga percaya cuma karena simulator, karena dari 20 penyidik kan ada terkait simulator hanya satu, jadi ada kasus besar yang ditarget, itu kan cara berpikir konspiratif," katanya.
Politisi PDIP itu pun meminta Ketua KPK Abraham Samad menulis surat kepada Kapolri untuk pergantian 20 penyidik.
"KPK engga bisa dikte, terserah Polri, mau dikasih orang kemarin atau pergantian baru terserah," kata Eva.



Yahoo! OMG