Perang Lawan Geng Motor

Konferensi Teheran Tekankan Perlunya Penyelesaian Krisis Suriah

Teheran (ANTARA/IRNA-OANA) - Negara yang ikut dalam pertemuan konsultatif di Teheran mengenai Suriah menekankan perlunya penyelesaian krisis di negara Teluk tersebut.

Di dalam pernyataan yang dikeluarkan pada akhir pertemuan dua-hari itu, Kamis malam (9/8), para peserta mengatakan satu-satunya penyelesaikan bagi krisis tersebut mesti dilandasi atas dihormatinya hukum internasional, tak-adanya campur-tangan dalam urusan dalam negeri di Suriah dan dihormatinya keutuhan wilayah serta kedaluatan nasional Suriah.

Pertemuan konsultatif di Teheran mengenai Suriah yang diselenggarakan pada 9 Agustus, katanya, bertujuan melicinkan jalan bagi dialog di antara semua negara dalam suasana damai dan mengkonsolidasikan upaya total regional serta internasional untuk membantu rakyat Suriah keluar dari krisis yang merongrong negeri mereka.

Pernyataan tersebut juga menyampaikan keprihatinan mengenai berlanjutnya bentrokan dan pelanggaran hak asasi manusia di Suriah, yang telah mengakibatkan kerusakan besar di negeri itu dan masalah yang parah bagi rakyatnya.

Pernyataan itu juga menyampaikan simpati kepada keluarga korban aksi teror dan bentrokan bersenjata, demikian laporan IRNA --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat siang.

Pernyataan tersebut juga menekankan perlunya untuk merancang penyelesaian politik yang dilandasi atas dialog nasional sebagai satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis di Suriah dan mengakhiri kerusuhan di sana dengan mendorong semua pihak yang berperang agar menyiapkan dasar bagi dialog nasional.

Pernyataan itu juga mendukung tuntutan sah rakyat Suriah bagi pembaruan guna menegakkan demokrasi dan mendorong ketikut-sertaan politik total semua partai dan kelompok oposisi sejalan dengan hak mereka dalam memberi sumbangan bagi penanganan urusan di negeri tersebut dengan cara damai jauh dari setiap jenis campur tangan.

Pernyataan tersebut juga memusatkan perhatian pada berbagai masalah seperti dukungan bagi setiap jenis gagasan yang dilandasi atas keinginan baik untuk mengakhiri krisis Suriah, perlu dipatuhinya hukum internasional dan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Suriah.

Pertemuan konstultatif mengenai Suriah itu diselenggarakan oleh Republik Islam Iran di bawah pimpinan Menteri Luar Negeri Ali Akbar Salehi.

Wakil dari Belarusia, Mauritania, Indonesia, Kyrgyzstan, Georgia, Turkmenistan, Benin, Sri Lanka, Ekuador, Afghanistan, Pakistan, Aljazair, Iraq, Zimbabwe, Oman, Venezuela, Tajikistan, India, Rusia, China, Kazakhstan, Armenia, Nikaragua, Kuba, Sudan, Jordan, Tunisia dan Palestine menghadiri pertemuan tersebut.

Tiga menteri luar negeri, dua penjabat menteri, tujuh wakil menteri, 15 duta besar dan wakil PBB di Teheran menghadiri pertemuan itu.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.