Liputan6.com, Mexico City: Beberapa pria bersenjata menyerang satu konvoi polisi di Negara Bagian Barat Sinaloa, Meksiko, Senin (9/7), sehingga memicu tembak-menembak. Insiden ini, menurut para pejabat, mengakibatkan tujuh perwira dan empat penyerang tewas.
"Konvoi dua kendaraan polisi diserang pada saat melaju dari kota pesisir Los Mochis ke Kota El Fuerte," kata seorang perwira di Kepolisian El Fuerte. Ia pun membenarkan, tujuh petugas dan empat penyerang tewas.
Sejauh ini para pejabat belum mengetahui motif serangan itu. Hanya saja, insiden ini serupa dengan serangan-serangan yang dilancarkan oleh kartel narkoba.
Negara Bagian Pasifik Sinaloa adalah rumah bagi organisasi perdagangan terkaya dan tertua di Meksiko, kartel Sinaloa, yang dipimpin oleh orang Meksiko yang paling dicari, yakni Joaquin "Shorty" Guzman.
Bahkan, negara bagian itu telah menjadi pusat kekerasan narkoba pada saat terjadi pertempuran antar-kartel yang bersaing untuk menguasai jalur perdagangan narkotik miliaran dolar ke Amerika Serikat.
Ada laporan-laporan kekerasan lainnya di lokasi berbeda di Meksiko pada Senin. Di kota utara Torreon, tujuh mayat yang dimutilasi ditemukan bersama dengan catatan khas pengedar narkoba. Hal ini diungkapkan pejabat dari Kantor Kejaksaan Agung Negara Bagian Coahuila.
Seperti dilansir kantor berita milik pemerintah, Notimex, polisi menemukan enam mayat dalam dua lubang terpisah di negara bagian barat Michoacan.
Lebih dari 55.000 orang telah tewas dalam kekerasan narkoba sejak Presiden Felipe Calderon meluncurkan serangan yang dipimpin tentara terhadap kartel pada 2006.
Pemerintah telah menyalahkan perang wilayah antara kartel Sinaloa dan geng brutal Zetas, yang didirikan oleh para tentara pembangkang, untuk kenaikan pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir.
Adapun presiden terpilih Enrique Pena Nieto, yang akan mengambil alih pemerintahan pada Desember lalu, telah berjanji untuk cepat mengurangi tingkat pembunuhan di negaranya.(ANS/Ant)

