Beijing (AFP/ANTARA) - Perwakilan dari Partai Komunis China memperingatkan pada Senin bahwa perekonomian Jepang dapat terpukul hingga 20 tahun jika Beijing memilih untuk menjatuhkan sanksi atas perselisihan sengketa teritorial yang kian meningkat.
Protes anti-Jepang digelar di China dalam beberapa hari terakhir terkait sengketa atas sekelompok kepulauan kecil di Laut China Timur yang diklaim oleh kedua negara namun dikendalikan oleh Tokyo.
Perselisihan semakin intens pada pekan lalu saat pemerintah Jepang membeli tiga kepulauan tersebut, yang secara efektif menasionalisasi kepulauan tersebut, dan China menanggapi dengan mengirimkan kapal-kapal patroli ke perairan di dekat kepulauan itu.
Sanksi-sanksi perdagangan antara dua negara dengan perekonomian terbesar di Asia itu dapat menghambat pertumbuhan di benua itu, yang sebagian besar negara-negara Barat mengandalkannya untuk membantu memulihkan kelesuan ekonomi global.
Sebuah komentar dalam surat kabar Harian Rakyat mengatakan bahwa ekonomi Jepang telah mengalami penurunan dua dekade dari 1990-an dan menderita kelemahan lebih lanjut akibat dari krisis keuangan dunia dan gempa pada 1011.
âEkonomi Jepang kurang memiliki ketahanan terhadap langkah-langkah ekonomi China,â kata komentar tersebut - meski ditambahkan bahwa mengingat ketergantungan keduanya, sanksi-sanksi tersebut akan menjadi sebuah âpedang bermata duaâ bagi China. (kn/ik)


Yahoo! OMG