Liputan6.com, Moskow: Korban banjir yang melanda wilayah Krasnodar selatan, Rusia, kini bertambah menjadi 171 orang. Sebelumnya jumlah korban mencapai 143 orang (baca: Korban Banjir Rusia 144 Orang). Mengingat parahnya bencana tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa Senin (9/7) adalah hari berkabung nasional untuk para korban bencana banjir itu.
Laman Xinhua mewartakan, banjir bandang yang menghantam Krymsk telah membuat jalan-jalan seperti sungai. Beberapa jembatan di wilayah tersebut, bahkan hanyut. Begitu pula ribuan rumah penduduk terendam. Sementara banyaknya penduduk yang menjadi korban diduga akibat mereka sedang terlelap tidur.
"Air sudah mencapai wilayah ini. Suami saya terjebak di sana, kita baru saja menolonganya. Kami semua di sini dengan tetangga. Banyak yang berteriak. Kami baru saja berhasil mendapatkan dia, " ujar seorang penduduk Krymsk Lárisa Golovko.
Hujan juga mengguyur Gelendzhik, yakni sebuah tempat liburan pantai yang berjarak 200 kilometer dari Sochi. Kondisi ini sempat mengganggu persiapan Olimpiade Musim Dingin 2014. Keadaan serupa juga menimpa Novorossiisk, sebuah pelabuhan utama Laut Hitam.
Kini warga yang terkena banjir, hanya bisa menyelamatkan barang-barang mereka yang hanyut terbawa banjir. Karena mereka tak mungkin lagi kembali ke dalam rumah yang telah terendam.
Akibat sulit menjangkau daerah lain, pasokan air minum warga dilaporkan telah berkurang bahkan habis. "Tidak ada air minum di keran. Sumur semua meluap, air kotor, kita menggunakan hanya untuk mencuci sesuatu, untuk membersihkan dan hanya itu," ungkap seorang warga.
Berdasarkan laporan dari Kementerian Dalam Negeri Ahad lalu, sebanyak 159 dari 171 mayat ditemukan di sekitar Krymsk dan 10 mayat lainnya di Gelendzhik. Lima di antara korban dilaporkan tewas akibat tersengat listrik, setelah sebuah transformator jatuh ke dalam air.(TNT/IAN)

