Korban Pemukulan Jelambar Bukan Pendukung Foke  

TEMPO.CO, Jakarta - Santri di Pondok Pesantren Riyadul Mu’minin, Yusuf, 31 tahun, yang Kamis, 9 Agustus 2012, dikeroyok oleh sekelompok orang, bukanlah pendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. »Saya bukan tim sukses Foke,” kata Yusuf kepada Tempo yang menemuinya di Jelambar, Jakarta Barat, Jumat, 10 Agustus 2012.

Menurut Yusuf, insiden pengeroyokan dirinya terkait dengan kejadian pada Rabu pagi, 8 Agustus 2012. Ketika itu, seorang bocah yang bernama Nelson, 6 tahun, bersama anak-anak seusianya bermain di halaman pondok pesantren. Saat itu di pondok pesantren sedang ada pelajaran mengaji.

Yusuf lalu menegur bocah-bocah ini agar tidak berisik karena mengganggu orang yang sedang belajar.Tak terima ditegur, kata Yusuf, Nelson malah berkata-kata kasar kepadanya. Yusuf yang naik pitam lalu menampar Nelson dengan tangan di bagian kepala.

Rupanya, penamparan ini berbuntut panjang. Ibu Nelson, yang diketahui bernama Renny, melaporkan peristiwa pemukulan ini kepada adiknya, Ronald. Tak terima keponakannya dipukul, Ronald bersama beberapa kawannya mendatangi Yusuf di pondok pesantren.

Tanpa banyak bicara, Ronald dan beberapa temannya menghajar Yusuf yang saat itu sedang tidur di pondok pesantren. Yusuf lalu melaporkan peristiwa ini ke Polsek Tanjung Duren.

Menurut Yusuf, kasus ini murni kesalahpahaman yang akan diselesaikan secara kekeluargaan. »Saya dan Ronald sudah bertemu di kantor polisi,” katanya.

WAYAN AGUS P

Berita Terpopuler:

Gubernur Fauzi Bowo Bungkam Soal Video di Youtube

Rhoma Irama, Kanan-Kiri Kena Jerat Hukum

Ahmad Yani: Bambang Widjajanto Jangan Seperti Preman

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

Unsur Pidana Rhoma Irama Terbukti

Panwaslu: Celotehan Foke Melanggar Etika Politik

Robert Pattinson Ogah Bertemu Kristen Stewart

Santri Relawan Fauzi Bowo Dipukul di Jelambar Baru

Begini Nasehat SBY Kepada KPK dan Polri

Istri Kim Jong Un Pakai Tas Seharga 1,8 Juta Won

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat