Vukovar (AFP/ANTARA) – Setiap pagi, veteran perang Kroasia bernama Davor Markobasic meneguk kopi dan melihat foto mendiang istrinya, Ruzica, yang dibunuh tentara Serbia pada 1991.
Istrinya dibunuh karena ia menikah dengan Markobasic.
"Saya dicap sebagai monster dan penjahat perang terbesar oleh media Serbia pada saat itu," kata Markobasic, seorang pensiunan polisi khusus berusia 59 tahun kepada AFP.
"Ketakutan saya yang paling buruk, bahwa dia akan dibunuh karena saya, dan itu menjadi kenyataan," katanya.
Salah satu laporan media bahkan menyatakan bahwa mereka menemukan “sebuah kalung yang terbuat dari jari anak-anak ditemukan di rumahnya."
Tidak ada bukti yang mendukung semua tuduhan terdapat Markobasic, dan tidak ada yang melapor untuk mengatakan bahwa mereka adalah korbannya.
Namun di media Serbia – yang dulu berada di bawah kendali Slobodan Milosevic - tuduhan tersebut beredar luas. Beberapa surat kabar bahkan menerbitkan nama istri Markobasic dan alamat mereka.
Setelah Vukovar jatuh ke pasukan Serbia pada November 1991, Ruzica Markobasic ditembak mati di bagian perut dan dilemparkan ke dalam kuburan massal, bersama dengan sekitar 200 warga sipil Kroasia lainnya, di sebuah peternakan babi di dekat Ovcara.
Saat itu dia sedang hamil lima bulan.
Markobasic menyangkal semua kejahatan yang dituduhkan kepadanya, dan para jaksa kejahatan perang Kroasia dan Serbia mengatakan kepada AFP bahwa mereka tidak pernah menerima bukti yang menyatakan keterlibatannya.
"Saya menantang siapapun untuk menemukan kasus seorang anak” yang disiksa sampai mati dengan jarinya terputus, kata Markobasic.
Cerita-cerita horor media tersebut ditujukan untuk “membuat musuh terlihat sangat kejam,” kata jaksa penuntut, Vukcevic.
“Propaganda seperti itu membuat para pengeksekusi bebas dari dilema moral, dan itulah sebabnya propaganda media di bekas Yugoslavia tersebut menjadi awal dari perang (1990)," katanya. (ai/ik)

