Korban Trafficking Sudah 6, Polresta Medan Diam Saja?

Laporan Wartawan Tribun Medan, Irfan Azmi Silalahi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Yayasan Pusaka Indonesia, hingga saat ini masih menunggu keseriusan pihak Polresta Medan untuk menguak kasus dugaan penjualan manusia (trafficking) yang dilakukan oleh CV Maju Jaya.

Marjoko, Ketua Divisi Perlindungan Anak dan Perempuan Yayasan Pusaka Indonesia mengatakan, jika tetap mandek di Polresta Medan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan ke Polda Sumut.

"Saya melihat kasus ini sedikit aneh dan terkesan ditutup-tutupi oleh pihak Polresta Medan. Korban sudah ada enam orang. Bahkan keenamnya pihak Polresta sendiri yang mengantarkannya ke kami untuk difasilitasi. Tetapi kenapa orang yang melakukan kejahatan belum juga diusut. Ada apa sebenarnya di Polresta?," ujarnya, Sabtu (29/9/2012).

Lanjut Marjoko, pihaknya sendiri sebenarnya memandang penanganan kasus tracffiking yang dilakukan CV Maju Jaya mampu dikerjakan oleh Polresta Medan. Namun permasalahannya Pusaka Indonesia melihat tidak adanya kemauan pihak Polresta mengusut kasus ini. "Korban sudah ada kenapa tidak ditangkap atau dijadikan tersangka pelakunya," ungkapnya.

Sebelumnya, Eko Purnomo (20), pria asal Kebumen, Jawa Tengah berhasil menyelamatkan lima orang perempuan masing-masing RHT (16) asal Banten, Fitri (19) asal Lampung Selatan, Novi Indriani (18) asal Banten, Rumsanah (20) asal Lampung Selatan dan Sadiah (31) asal Jawa Tengah, dari eksploitasi yang dilakukan CV Maju Jaya, yang merupakan perusahaan penyalur tenaga kerja di mana kenyataannya izin operasionalnya telah kadaluarsa selama dua tahun.

Dari penuturan Eko dan kawan-kawannya, didapati keterangan bahwa di kediaman Syamsul yang merupakan pemilik CV Maju Jaya yang berlokasi di Jalan Angsa Medan, masih ada sembilan orang rekan mereka lainnya. Adalah Karsiti (28) asal Brebes, Nurul (23) asal Jawa Tengah, Duna (40), Sakti (22) asal Betawi, Tarmidah (50) asal Jawa Tengah, Lastri (30) asal Jawa, Sarwinah (20) asal Lampung, Nazilatul Likmatul Husnah (19) asal Brebes, dan Sumiyati (35) asal Jawa Tengah, diungkapkan mereka masih berada di rumah Syamsul.

"Hingga saat ini kami tidak mengetahui keberadaan ke-9 orang lainnya. Kami juga belum berani memastikan apakah ke-9 nya masih berada di rumah itu atau tidak karena kami sendiri tidak mempunyai akses ke sana. Tetapi kami berani memastikan, sembilan orang itu masih berada di bawah pengawasan Syamsul," ujar Marjoko.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat