Seoul (AFP/ANTARA) - Korea Utara pada Senin menuduh Amerika Serikat membangun pangkalan militer di wilayah mereka dan berikrar untuk memperkuat pertahanannya "dengan segala cara.â
Komentar itu muncul sehari setelah negara komunis tersebut mengatakan akan meningkatkan penghindar nuklirnya dalam menghadapi apa yang disebut antagonisme AS.
Ketegangan-ketegangan di semenanjung itu telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, menyusul ancaman berulang-kali oleh Pyongyang terhadap Seoul dan kegagalan Korea Utara atas peluncuran roket jarak jauhnya pada April.
Korea Selatan dan pasukan AS akan mengadakan latihan militer bersama menggunakan peluru tajam terbesar pada Jumat untuk menampilkan "postur pertahanan kedap air dan kemampuan perang mereka," kata kementerian pertahanan Seoul.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut apa yang dia katakan penumpukan senjata AS sebagai sebuah "provokasi terbuka" terhadap Pyongyang dan pendahuluan untuk perang regional.
Komentar-komentar juru bicara pada kantor berita resmi pekan lalu dikutip mengungkapkan bahwa pasukan AS yang berbasis di Korea Selatan mengupayakan lebih banyak helikopter serang dan memperkuat sistem pertahanan peluru kendali.
Juru bicara itu juga menyinggung latihan angkatan laut yang melibatkan Korea Selatan, Amerika Serikat dan Jepang, yang akan diselenggarakan Kamis dan Jumat di selatan semenanjung.
Pasukan Angkatan Laut Korea Selatan dan pasukan Amerika Serikat, termasuk kapal induk AS, juga akan mengadakan manuver di Laut Kuning selama tiga hari mulai Sabtu.
Korea Utara juga mengecam pertemuan terakhir pada Kamis lalu di Washington antara menteri pertahanan dan menteri luar negeri AS dan Korea Selatan.
Pyongyang mengatakan, tujuan mereka adalah untuk mendiskusikan "pembentukan pangkalan yang canggih Korea Selatan untuk pelaksanaan strategi AS demi dominasinya atas Asia.â
Korea Utara mengatakan penumpukan senjata AS "merupakan awal perang regional yang menargetkan tidak hanya DPRK (Korea Utara), tetapi juga beberapa negara Asia Timur Laut... ".
Pyongyang akan "meningkatkan pertahanan diri dengan segala cara untuk melindungi kedaulatan dan martabat bangsa dan negara".
Beberapa analis Seoul percaya bahwa Korea Utara mungkin merancang satu bentrokan perbatasan pada saat pemimpin baru Kim Jong-Un mencoba untuk meningkatkan statusnya di bidang kemiliteran.
Ada juga spekulasi bahwa Korea Utara akan melakukan uji coba nuklir, meskipun Pyongyang mengatakan pihaknya pada saat ini tidak memiliki rencana untuk melakukannya.
Kementerian pertahanan Korea Selatan Jumat mengatakan latihan militer bersama itu akan melibatkan sekitar 2.000 tentara, jet-jet tempur F-15K dan KF-16, dan pesawat-pesawat tempur ringan.
Empat helikopter tempur Apache Amerika Serikat serta tank-tank dan peluncur roket akan menembakkan ribuan peluru selama latihan di daerah Pocheon, dekat perbatasan.
Latihan ini dilakukan untuk memperingati ulang tahun ke-62 Perang Korea selama tiga tahun, yang dimulai dengan invasi Korea Utara pada 25 Juni. (jk/ik)


Yahoo! OMG