Penghargaan buat SBY

Korsel Bantah Tuduhan Usaha Meledakkan Patung Korut

Seoul (AFP/ANTARA) – Korea Selatan pada Jumat mengonfirmasi bahwa seorang pria berusia 50-an, yang dituduh berupaya meledakkan meledakkan patung mendiang pemimpin Korea Utara, adalah seorang mantan pembelot yang telah menetap di Korea Selatan.


Korea Utara pada Kamis menghadirkan Jon Yong-Chol dalam sebuah konferensi pers di Pyongyang, di mana Jon mengaku telah dijanjikan imbalan besar dari para agen Korea Selatan jika berhasil melaksanakan misinya.


Dalam konferensi pers tersebut, Jon mengaku telah direkrut oleh para agen setelah ia menetap di negara itu, seperti dikutip kantor berita KCNA. Namun tuduhan itu secara tegas dibantah pihak Badan Intelijen Nasional Korea Selatan.


Menurut Jon, ia dua kali mengunjungi kota Yanji di China, yaitu pada Maret dan Mei tahun ini. Di sana para agen Korea Selatan mengajarkannya cara menggunakan alat peledak yang dapat dibuat dengan ponsel, seperti dilaporkan KCNA.


Ia ditangkap bulan lalu setelah memasuki sebuah kota di Korea Utara yang dekat dengan perbatasan China, dalam upaya melihat sebuah patung yang didedikasikan untuk salah satu mendiang pemimpin Korea Utara.


Seorang juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Jumat mengonfirmasi bahwa Jon adalah seorang mantan pembelot, yang tiba di Korsel pada 2010. Ia lahir di Korut pada 1960.


Namun juru bicara itu menjelaskan bahwa tuduhan Korut untuk menghancurkan patung-patung tersebut sebagai “propaganda yang tidak mendasar.”


Pada Senin, Korea Utara menuduh Korea Selatan dan Amerika Serikat menggunakan para pembelot dari Korut untuk menghancurkan patung dan monumen yang didedikasikan untuk mendiang pemimpin mereka.



Pyongyang menuduh para petugas intelijen Korea Selatan telah menyewa para pembelot untuk membantu mereka menyusup ke Korut, menambahkan bahwa Amerika Secara aktif terlibat dalam plot untuk menghancurkan kepemimpinan Korut. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.