Korsel Pertimbangkan Tawaran Tanker Iran

Seoul (AFP/ANTARA) - Seoul sedang mempertimbangkan sebuah tawaran dari Teheran untuk mengirim minyak mentah dengan kapal tanker Iran ke Korea Selatan, kata pejabat negara pada Jumat, sebagai cara untuk menghindari sanksi Uni Eropa dan melanjutkan impor minyak dari Iran.


Korsel mendapatkan kesulitan dengan langkah Uni Eropa terhadap Iran, yang diberlakukan dalam bentuk larangan penyedian asuransi untuk kapal tanker yang membawa minyak Iran.


Korsel, yang membeli 9,4 persen minyak mentah dari Iran pada tahun lalu, atau sekitar 87,2 juta barel, menghentikan pembelian minyak Iran mulai 1 Juli karena mereka tidak bisa lagi menjamin asuransi tanker yang mengirim minyak tersebut.


Juru bicara kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan bahwa tawaran Teheran adalah "salah satu pilihan mungkin dilakukan.” "Pemerintah masih membahas tawaran tersebut dengan perusahaan minyak lokal dan pemerintah Iran," katanya kepada AFP.


Harian Chosun Ilbo mengutip seorang pejabat tinggi tanpa menyebutkan nama, bahwa Seoul telah mencapai "keputusan sementara" untuk menerima usulan tersebut.


Berdasarkan kesepakatan itu, Iran akan memberikan perlindungan asuransi senilai hingga 1 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp9,46 triliun) untuk kapal tanker, kata surat kabar itu.


Seorang pejabat di Kementerian Ekonomi mengatakan kepada AFP bahwa Seoul masih mempertimbangkan cara untuk melanjutkan impor minyak dengan Iran.


Kelompok dari pemerintah Korsel dan pejabat industri minyak berkunjung ke Teheran pada pekan lalu untuk membahas tawaran itu, kata kementerian luar negeri, dan Seoul telah melaporkan kepada Washington tentang keputusannya untuk melanjutkan impor minyak Iran.


Pada bulan lalu, Korsel diberikan pengecualian dari larangan Amerika Serikat pada transaksi keuangan dengan lembaga-lembaga dari negara-negara pembeli minyak mentah Iran.


Pengecualian itu diberikan dengan syarat bahwa mereka harus mengurangi impor minyak Iran dengan jumlah 10 persen lebih kecil dari impor tahun lalu.


Iran adalah negara terbesar ketiga dari pasar perdagangan Korsel di Timur Tengah.


Ekspor ke Iran naik 32 persen pada 2011 dari tahun sebelumnya menjadi 6,07 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp57,43 triliun). Mereka mencatat 2,9 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp27,4 triliun) dalam lima bulan pertama tahun ini, meningkat 40 persen dari tahun sebelumnya. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.