Seoul (AFP/ANTARA) - Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat pada Kamis memulai latihan angkatan laut gabungan yang dikecam Korea Utara sebagai "provokasi sembrono.â
Kementerian pertahanan di Seoul menyatakan bahwa latihan yang berlangsung selama dua hari itu melibatkan kapal penghancur, kapal penyuplai, dan helikopter akan malakukan latihan operasi kemanusiaan seperti misi pencarian dan penyelamatan. Menurut rencana latihan tersebut tidak menggunakan senjata.
Namun latihan tersebut dilakukan saat ketegangan sedang meningkat dengan Korut menyusul peluncuran rudal oleh Pyongyang pada April, sehingga dipandang Amerika Serikat dan sekutunya sebagai uji coba rudal balistik.
Pyongyang mengatakan pada Kamis, bahwa latihan dari tiga negara merupakan ancaman yang bisa menyebabkan "perang baru" di kawasan Asia Timur Laut.
"Warga dan militer Korut sangat memperhatikan latihan militer tiga negara itu," kata surat kabar miliki partai yang berkuasa di Korut, Rodong Sinmun, mendesak tiga sekutu untuk menghentikan "provokasi sembrono.â
Seorang juru bicara kementerian pertahanan menolak untuk menjelaskan berapa banyak personel yang terlibat dalam latihan di perairan internasional, sebelah selatan pulau Jeju, Korsel, tetapi mengatakan bahwa latihan tersebut telah dilaksanakan sejak 2008.
Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, George Washington, akan bergabung dalam latihan itu pada Jumat, sebelum mengambil bagian dalam latihan terpisah dengan Korsel di Laut Kuning pada Sabtu hingga Senin.
Di darat, Korsel dan tentara Amerika Serikat akan mengadakan latihan pertempuran gabungan terbesar pada Jumat. Tujuannya adalah untuk menunjukkan "postur pertahanan dalam air dan kemampuan bela diri perang " mereka, seperti yang dikatakan kementerian pertahanan Seoul pada awal pekan ini.
Latihan itu juga melibatkan 2.000 tentara, jet tempur F-15K dan KF-16, dan pesawat pengebom.
Empat helikopter tempur Amerika Serikat serta tank dan peluncur rudal akan melakukan penembakan ribuan peluru selama latihan tersebut di Pocheon, berdekatan dengan perbatasan Korut, yang menandai 62 tahun sejak dimulainya Perang Korea.
Korut mengambil langkah permusuhan dengan Korsel sejak pemimpin baru Kim Jong-Un mengambil alih pemerintahan pada Desember, mengancam "perang suci" untuk membalas yang dianggap penghinaan pada rezim Pyongyang. (jk/ik)


Yahoo! OMG