Penghargaan buat SBY

Korut Ngamuk Benderanya Dijadikan Target Latihan Perang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Korea Utara (Korut) marah besar, saat mengetahui bendera mereka digunakan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan (Korsel) sebagai target latihan perang.

Menurut seorang Juru Bicara Pemerintah Korut, Angkatan Bersenjata AS dan Korsel sengaja menembakkan peluru tajam dan artileri ke arah bendera Korut, yang merupakan bentuk dari sikap bermusuhan.

"Itu jelas merupakan ekspresi dari sikap bermusuhan mereka," ujar sang juru bicara seperti dikutip dari CNN, Selasa (26/6/2012).

Namun, pihak Korsel menyangkal tuduhan Korut. Menurut mereka, bendera Korut tidak menjadi target tembakan, dan tidak ditempatkan langsung sebagai target latihan, melainkan hanya sebagai simbol keberadaan wilayah Korut, yang menjadi bagian dari latihan angkatan bersenjata.

Lebih dari 2.000 personel angkatan bersenjata Korsel dan AS terlibat dalam latihan perang, yang digelar pekan lalu.

Dalam latihan, dijajal sebanyak 230 jenis persenjataan dari kedua angkatan bersenjata, termasuk helikopter serang dan artileri jenis baru.

Menanggapi penggunaan bendera Korut dalam latihan perang angkatan bersenjata AS-Korsel, Choi Jong-kun, profesor di Universitas Yonsei menilai, wajar jika Korut marah, karena bendera mereka digunakan untuk latihan perang.

"Mereka tidak mungkin merespons secara fisik, tapi mereka pasti akan memanfaatkan kesempatan ini untuk masa depan," katanya. (*)

BACA JUGA

  • Ranjau Darat Tewaskan 73 Warga Yaman
  • 13 Jenderal Suriah Meminta Suaka ke Turki
  • Kota Bangor Siaga Hadapi Wabah Zombie 
  • Seksinya Para Pelayan Restoran Twin Peak
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.