Korut Sebar Selebaran Propaganda Anti Korsel

Seoul (AFP/ANTARA) – Korea Utara menyebarkan ribuan ribuan selebaran menyerang pemerintah Korea Selatan di perbatasan, untuk yang pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir.


Para tentara Korea Selatan mengumpulkan 16.000 selebaran yang disebar Korea Utara di perbatasan selama lima hari dari 21 Juli, kata kementerian pertahanan Korsel.


Selebaran itu berisi kritik terhadap pemerintahan Presiden Lee Myung-bak serta dugaan persekongkolan untuk menghancurkan patung mendiang pemimpin Korut, kata kementerian tersebut.


“Korea Utara menggunakan balon untuk menyebarkan selebaran itu, yang ditemukan tersebar di wilayah perbatasan,” kata seorang pejabat kementerian kepada AFP.


Itu merupakan pertama kalinya Korut menyebarkan selebaran sejak berjanji untuk tidak memfitnah Seoul dalam pertemuan pada 2000, katanya.


Pada 2004, kedua belah pihak sepakat untuk mematikan pengeras suara di sepanjang perbatasan, sebagai bagian dari sebuah kesepakatan untuk menghentikan semua bentuk propaganda di wilayah perbatasan.


Hubungan kedua negara itu mulai memburuk sejak Lee membatalkan kebijakan bantuan dan keterlibatan pada 2008.


Ketegangan tetap tinggi setelah Korut gagal meluncurkan roket pada April, yang dilihat oleh Amerika Serikat dan sekutunya sebagai uji coba rudal balistik.


Pyongyang juga mengancam akan menyerang pemerintah Lee dan media konservatif karena dianggap menghina rezim mereka.


Pekan lalu, seorang pembelot yang kembali ke Korut setelah tinggal di Seoul menyatakan bahwa para agen Seoul menjanjikan padanya hadiah yang layak jika ia bersedia kembali pulang dan meledakkan patung Kim II-Sung. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat