Korut Tutup Perusahaan yang Dikelola Militer

Seoul (AFP/ANTARA) - Korea Utara telah menutup sebuah perusahaan yang dikelola militer yang bertugas menarik investasi asing, karena kinerja yang buruk, karena rezim itu mencoba untuk mengendalikan militer, menurut sebuah laporan pada Senin.


Surat kabar Chosun Ilbo, mengutip seorang sumber dari pihak pemerintah Korea Selatan yang mengatakan bahwa Taepung International Investment Group, yang didirikan pada 2009 oleh persetujuan dari Komisi Pertahanan Nasional, baru-baru ini ditutup.


“Taepung, saat pertama kali dibuka, memiliki tujuan ambisius untuk menarik investasi asing sebesar 10 miliar dolar Amerika (sekitar Rp 94,6 triliun) pada 2010 dan 120 miliar dolar Amerika (sekitar Rp1,13 triliun) dalam lima tahun tetapi hanya mengalami sedikit kemajuan,” kata sumber yang dikutip Chosun.


Penutupan tersebut juga dimaksudkan untuk mengekang militer yang telah tumbuh terlalu kuat di bawah kepemimpinan penguasa terakhir Kim Jong-II, katanya, menambahkan bahwa Committee of Investment and Joint Ventures di bawah kabinet tersebut akan diberikan kekuatan yang lebih besar.


Putra termuda Jong-II, Jong-Un, mengambil alih perusahaan itu setelah kematian ayahnya pada Desember lalu dan memecat kepala militer tersebut bulan lalu, menggantikannya dengan seseorang yang sedikit diketahui adalah seorang jenderal dan yang mempromosikan Jong-Un untuk jabatan marsekal.


Taepung berada di belakang upaya untuk menarik investasi asing baru ke resor Mount Kumgang, dengan mengundang wartawan asing dan wisatawan untuk berpesiar di sana pada Agustus 2011.


Resor tersebut, yang dikembangkan bersama dengan Korea Selatan, dibuka pada 1998. Tapi pemerintah Korea Selatan kemudian melarang warga negaranya untuk melakukan perjalanan ke sana setelah seorang tentara Korea Utara menembak mati seorang wanita Korsel yang tersesat ke dalam zona militer pada 2008.(kn/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.