TEMPO.CO, Banda Aceh -Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas berkunjung ke Aceh untuk menawarkan sebuah program pencegahan korupsi, Rabu 19 September 2012.
Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya, kepada wartawan, Busyro mengatakan KPK akan bekerjasama dengan Pemerintah Aceh untuk menata pengelolaan birokrasi keuangan yang transparan, akuntabel, produktivitas dan efisien serta berkeadilan bagi masyarakat. "Kerja sama untuk pencegahan ini, kami tawarkan bagi pemerintahan yang masih relatif baru," ujarnya.
Menurutnya, program pencegahan korupsi yang dimaksud adalah upaya untuk mewujudkan pola pemerintahan yang lebih baik,sehingga menciptakan keadilan masyarakat. Usai melakukan pertemuan dengan unsur pemerintah, sore harinya Busyro juga mengadakan pertemuan dengan unsur LSM Anti Korupsi dan para akademisi di Kampus Unsyiah.
Alfian dari Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) yang mengikuti pertemuan dengan Wakil Ketua KPK itu mengatakan pihaknya mempertanyaan update kasus korupsi Aceh yang telah dilaporkan oleh beberapa lembaga ke KPK. "Saya menanyakan bagaimana tindak lanjut kasus-kasus tersebut," katanya.
Menurutnya, saat itu Busyro memanggil seorang penyidik KPK yang ikut bersamanya untuk meminta perkembangan kasus di Aceh. "Ada dua kasus di Aceh yang sedang dalam penyelidikan, kasus pembangunan dermaga bongkar Sabang dan kasus pembebasan lahan BPKS Sabang," kata Alfian sesuai keterangan Busyro.
Usai pertemuan dengan LSM dan akademisi, rombongan KPK langsung menuju bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar untuk kembali ke Jakarta.
ADI WARSIDI



Yahoo! OMG