TEMPO.CO , Jakarta: Untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan gubernur, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jakarta berharap kampanye yang dilakukan para calon gubernur sukses dan efektif. "Sehingga masyarakat tertarik pada programnya dan datang ke tempat pemungutan suara," ujar Ketua Pokja Pendataan Pemilih Aminullah kepada Tempo, Sabtu, 7 Juli 2012.
KPU Jakarta menilai bukan hanya pihaknya yang berperan meningkatkan partisipasi pemilih. "Justru lebih berperan dari pasangan cagub sendiri," ujarnya.
Ia menilai, dibanding himbauan KPU Jakarta, kampanye lebih masif dan efektif menarik massa ke TPS. "Mereka kan butuh suara, masyarakat akan datang untuk mencoblos cagub yang programnya bagus," paparnya.
Beberapa imbauan telah dilakukan KPU Jakarta untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Salah satunya adalah iklan di media cetak dan televisi. "Sebelumnya kami sempat ajukan imbauan memilih lewat pesan singkat, namun batal," ujarnya.
KPU pun masih aktif mengimbau dari mulut ke mulut agar mensukseskan pemilu.
Dalam dua survei yang dirilis sebelumnya, angka ketidakpastian pemilih masih cukup besar. Menurut Jaringan Survei Indonesia, angkanya tercatat 21 persen. Sementara menurut telesurvei Soegeng Sarjadi School of Goverment angkanya malah mencapai 32 persen. Ketidakpastian itu disebut ahli komunikasi politik Effendi Gazali bisa bermuara pada tingginya angka golput dalam pemilihan gubernur kali ini.
M. ANDI PERDANA
JSI Akui Surveinya untuk Kepentingan Foke-Nara
Survei JSI: Ada 46 Persen Pemilih Ragu
Sidang Kasus DPT, Ketua KPU DKI Dijatuhi Sanksi
Hartati Murdaya Bantah Sumbang Foke Rp 10 miliar
Aburizal: Saya yang Minta Alex Pimpin Jakarta



Yahoo! OMG