Laboratorium Swiss Benarkan Arafat Tewas Diracun

Liputan6.com, Zurich: Yasser Arafat terbukti tewas akibat diracun. Laboratorium Swiss menemukan tingkat polonium yang tinggi terdapat di baju yang dikenakan Arafat sebelum meninggal dunia.

Media Reuters mewartakan, Rabu (29/8), salah seorang peneliti dari laboratorium di Swiss mengatakan, polonium 210 yang luruh akan menjadi 206, kemudian memancarkan partikel alpha. Alpha partikel hanya melakukan perjalanan beberapa sentimeter di udara dan dapat dihentikan oleh selembar kertas.

"Zat tersebut sangat sulit untuk terdeteksi. Tapi ketika dicerna di dalam tubuh akan menimbulkan bahaya radiasi yang mematikan," tambah peneliti tersebut. Ia juga mengungkapkan jika bahan berbahaya itu ditemukan di baju Arafat.

Jika terkena zat ini, maka gejala keracunan termasuk diare, muntah, gagal hati, penurunan sel darah putih dan rambut rontok akan tampak pada penderita.

Arafat meninggal di sebuah rumah sakit di Prancis pada 2004 setelah sakit mendadak yang membuat dokter kebingungan [baca: Temuan Baru, Yasser Arafat Diracun].