Liputan6.com, Bantul: Fenomena terdamparnya ikan hiu paus atau hiu tutul kembali terjadi. Kali ini, seekor hiu paus terdampar di Pantai Pandasimo, Bantul, Yogyakarta.
Ikan dengan panjang panjang 13 meter dan lebar 3,38 meter ini ditemukan nelayan yang sedang menebar jalan di tepi malam, Rabu (1/8) malam. Saat ditemukan, ikan besar ini masih hidup. Namun, sejam kemudian ikan hiu paus ini mati. Menurut pecinta satwa Jogja Animal Friends, ikan hiu paus ini diperkirakan masih bayi.
Hingga Kamis (2/8) siang, bangkai hiu paus masih teronggok di bibir pantai dan menjadi tontonan warga. Mahalnya harga sirip hiu membuat warga makin banyak berdatangan untuk berebut sirip ikan malang itu. Meski garis polisi sudah terpasang, sebagian warga tetap nekat mendekat, bahkan menaiki badan hiu paus.
Sebelumnya 30 Juli lalu, anak paus jenis sprema yang terdampar di perairan Laut Jawa di wilayah Karawang, Jawa Barat, ditemukan mati di Pantai Beting, Desa Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Pada bangkai satwa itu ditemukan luka-luka di bagian sirip, mulut, dan badan akibat terkena baling-baling kapal [baca: Anak Paus Itu Mati di Pantai Beting].
Empat hari sebelumnya, para nelayan di Karawang, Jabar, menemukan seekor ikan besar yang diduga ikan paus. Ikan paus itu ditemukan terdampar sekitar 500 meter dari bibir pantai di Karawang. Hadirnya ikan tersebut menarik perhatian ratusan warga setempat [baca: Ikan Paus Terdampar di Karawang].(BOG)

