Berburu Harta Luthfi

Lambert Pekikir Diduga Dalang Kisruh Papua  

TEMPO.CO, Jayapura - Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jenderal Bigman L. Tobing menyebut Organisasi Papua Merdeka pimpinan Lambert Pekikir harus bertanggung jawab atas serangkaian kasus penembakan di beberapa lokasi. Lambert, kata Bigman, juga berada di balik pengibaran Bintang Kejora di Jayapura dan Kabupaten Keerom.

»Lambert Pekikir harus bertanggung jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung,” kata Bigman L. Tobing di Jayapura, Senin, 2 Juli 2012.

Ia menjelaskan serangan OPM terhadap anggota TNI dan seorang kepala desa di Keerom telah membuat warga kehilangan rasa amannya. »Itu kejadiannya kan dekat, ada kesempatan menembak mereka lakukan," ujar Bigman. Menurut dia, siapa pun pelaku penembakan akan diproses.

Polisi meminta masyarakat tetap bersikap tenang dan tidak terpancing dengan kabar penembakan. »Kemarin itu apes saja korban. Diduga korban dan pelaku saling tahu atau pernah ketemu. Ini juga masih kami proses," ucapnya.

Koordinator Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambert Pekikir, mengatakan target kelompoknya adalah kendaraan militer yang melintasi Jalan Arso. »Bukan warga sipil,” ujarnya.

Pekikir mengatakan saat ini keberadaannya jauh di dalam hutan. »Pengibaran tetap seperti janji saya: tiga hari. Silakan saja kalau mau diturunkan. Itu urusan polisi. OPM tidak menuntut macam-macam, kembalikan saja hak kami. Kami tidak perlu berdiskusi macam-macam, itu sudah lewat,” katanya.

JERRY OMONA

Berita terkait:

OPM Bantah Tembak Kepala Desa di Keerom

Lagi, Tiga Bintang Kejora Dikibarkan di Jayapura 

Lagi, Mobil Danramil Ditembak Kelompok Bersenjata

100 Tentara Bantu Amankan Papua

OPM Gunakan Senjata Rakitan Tembak TNI

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat