LAPAN Latih 50 Guru Sains di Bandung  

TEMPO.CO, Bandung - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Bandung mengadakan pelatihan "Belajar Sains Menyenangkan" kepada 50 guru di Indonesia, Senin, 24 September 2012. Pelatihan itu mendatangkan dua orang peneliti dari lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA).

Menurut Kepala Pusat Sains Antariksa Lapan Clara Yono Yatini, pelatihan itu untuk memberi pengetahuan kepada para guru agar dapat menyampaikan materi pelajaran sains dengan lebih menarik. Guru yang diundang yaitu 50 orang pengajar fisika, kimia, biologi, dan matematika di SMP dan SMA dari berbagai daerah di Indonesia.

”Nantinya diharapkan para siswa tidak lagi menganggap sains sebagai pelajaran yang menakutkan tapi menyenangkan,” katanya, Ahad, 23 September 2012.

Pelatihan yang akan dimulai pukul 9 pagi hingga 4 sore itu menghadirkan Deborah Scherrer dan David Rodriguez dari NASA. Meteri pelatihannya beragam, kata Clara, mulai dari proses gunung api sampai antariksa seperti fase bulan. Pelatih juga akan menggunakan alat peraga sebagai bahan ajar. ”Bahan-bahannya memakai yang sederhana dan mudah didapat,” katanya.

Acara tersebut bagian dari pertemuan "The 2012 ISWI & MAGDAS School on Space Science" di Bandung sejak 17-26 September 2012. International Space Weather Initiative (ISWI) merupakan program kerjasama internasional untuk mengembangkan sains antariksa, khususnya cuaca antariksa, dan memberikan hasil-hasilnya kepada publik dan kepada pelajar. Sedangkan seminar MAGDAS (Magnetic Data Acquisition System) membahas pengamatan dan analisis data medan magnet bumi.

Seminar itu menyediakan sesi khusus paparan hasil pengamatan dan analisis data International Center for Space Weather Science and Education (ICSWSE) dari Universitas Kyushu, Jepang. Peneliti lainnya berasal dari Indonesia, Mesir, Malaysia, Filipina, Pakistan, India, Rumania, dan China.

ANWAR SISWADI

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat