INILAH.COM, Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengalami penurunan laba bersih sebesar 59,97% pada kuartal 3-2011 menjadi Rp30,29 miliar dari periode yang sama 2010 sebesar Rp75,67 miliar.
Dalam laporan publikasinya ke BEI Rabu (26/10) dijelaskan penurunan laba bersih Q3-2011 ini dipicu penurunan pendapatan bunga dari Rp1,65 miliar pada Q3-2010 menjadi Rp1,32 miliar. Laba selisih kurs juga turun menjadi Rp1,78 miliar dari Rp5,75 miliar. Pada kuartal 3-2011 juga terjadi kerugian pendapatan lainnya sebesar Rp2,84 miliar dibanding periode serupa 2010 yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp24,06 miliar.
Laba usaha Q3-2011 juga turun menjadi Rp182,94 miliar dari Q3-2010 sebesar Rp187,17 miliar. Namun, pendapatan usaha Q3-2011 naik menjadi Rp3,13 triliun dari Q3-2010 sebesar Rp3,07 triliun.
Perseroan mencatatkan kenaikan kewajiban pada Q3-2011 menjadi Rp4,65 triliun dibanding Q3-2010 sebesar Rp4,06 triliun. Sementara ekuitas justru turun menjadi Rp838,26 miliar dari Rp867,75 miliar.
TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah, mengatakan rapat Organda menyepakati bahwa kenaikan tarif angkutan umum setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah sebesar 30-35 persen. "Kenaikan tarifnya berdasarkan perhitungan teknis yaitu 30-35 persen. Pengaruh kenaikan BBM cukup signifikan," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2013. …


