Kabul (AFP/ANTARA) â Sebuah bom rakitan pada Senin menewaskan empat petugas polisi dan seorang warga sipil di sebuah kota Afghanistan, di mana ratusan tentara Prancis dikerahkan untuk memerangi kelompok Taliban, sebagai bagian dari misi NATO.
Pemboman itu mirip dengan sejumlah serangan yang dilakukan kelompok gerilyawan tersebut terhadap pasukan Afghanistan dan NATO. Serangan tersebut menewaskan seorang komandan kepolisian lokal yang tampaknya merupakan sasaran ledakan tersebut, ujar gubernur provinsi tersebut, Mehrabuddin Safi kepada AFP.
Ledakan itu terjadi di Tagab, sebuah distrik bermasalah di provinsi Kapisa, yang juga menewaskan putra komandan polisi tersebut, dua penjaganya dan seorang warga sipil, kata gubernur itu.
Banyak dari total 3.500 pasukan Prancis beroperasi di Afghanistan, sebagai bagian dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), ditempatkan di Kapisa.
17 warga sipil terluka dalam ledakan yang terjadi pasar utama kota tersebut. Sebagian besar korban luka adalah warga sipil Afghanistan yang datang ke kota itu untuk mengunjungi pasar mingguan, imbuh gubernur tersebut.
Homayoun Rashidi, seorang juru bicara polisi setempat, mengatakan bahwa pengeboman itu ditargetkan terhadap seorang komandan dari kelompok pasukan semi-milisi yang didanai AS, yang dikenal sebagai Kepolisian Lokal Afghanistan, yang bertugas untuk melawan pemberontak di bagian terpencil negara tersebut.
Taliban telah sering melancarkan serangan di Kapisa, sebagian besar adalah serangan pengeboman di jalan, serangan bom bunuh diri, dan penyergapan militan.
Empat tentara Perancis dan dua penerjemah Afghanistan mereka tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri yang terjadi pada akhir pekan kemarin, yang diakui dilakukan oleh Taliban. (ai/ik)


Yahoo! OMG