Ledakan di Kabul Tewaskan Delapan Orang

Kabul (AFP/ANTARA) – Sebuah serangan bom dengan kendali jarak jauh oleh gerilyawan Taliban di ibu kota Afganistan Kabul menewaskan delapan orang pada Selasa, kata polisi.


“Sebuah remot kontrol yang dikendalikan dari jarak jauh menghantam sebuah mini bus warga sipil di daerah Paghman, sekitar pukul 5:00 dini hari ini, menewaskan delapan orang dan melukai satu,” kata kepala jendral polisi Kabul Ayoub Salangi kepada AFP.


Orang yang meledakkan bom itu telah ditangkap, Salangi mengatakan, menjelaskan bahwa orang tersebut adalah seorang dari anggota Islamis Taliban garis keras yang melancarkan pemberontakan terhadap pemerintahan Afghanistan.


Semua korban tewas yang adalah laki-laki, katanya, tengah melakukan perjalanan mereka untuk bekerja di daerah yang biasanya aman di pinggiran barat kota itu.


Bom pinggir jalan adalah senjata favorit gerilyawan Taliban, namun serangan semacam ini terjadi di daerah ibu kota yang biasanya jarang terjadi serangan.


Walau bagaimanapun, telah ada lonjakan dalam kegiatan pemberontak di daerah sekitar ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.


Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO, yang memiliki 130 ribu pasukan pimpinan AS di Afghanistan, juga mencatat lonjakan dalam serangan di seluruh negeri dalam beberapa bulan terakhir sejak awal serangan musim panas tahunan Taliban.


Pada bulan Juni tercatat angka serangan paling tinggi dalam hampir dua tahun, dengan lebih daro 100 serangan dalam sehari di seluruh negeri, termasuk baku tembak dan pemboman pinggir jalan, pihak pimpinan koalisi AS itu mengatakan.


Selama lima tahun terakhir, jumlah warga sipil yang tewas dalam perang kian meningkat, mencapai rekor 3,021 pada 2011, dengan sebagian besar kematian diduga akibat ulah para gerilyawan, menurut angka PBB.(kn/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.