Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Firdaus menilai rendahnya serapan anggaran belanja pemerintah hingga semester I 2012 yang baru mencapai 30 persen dari total APBN karena kurangnya inovasi baru Kementerian/Lembaga dalam menyusun program kerjanya.
"Kalau kita mengacu kepada rencana kerja masing-masing Kementerian dan Lembaga pasti programnya hanya itu-itu saja dari tahun ke tahun dan bahkan lebih banyak kepada program yang sifatnya seremonial saja," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Ia mencontohkan berbagai program kerja yang bersifat seremonial itu seperti seminar, bangun gedung baru, ulang tahun dan pengadaan acara pekan olah raga yang hampir semua kementerian melakukan hal sama.
Menurut dia, seharusnya anggaran belanja yang sudah dialokasikan untuk setiap Kementerian dan Lembaga yang terdiri atas belanja rutin, modal, barang dan jasa itu memberikan manfaat kepada masyarakat secara menyeluruh bukan hanya bermanfaat untuk Kementerian dan Lembaga yang terkait saja.
Untuk itu, ia menambahkan, sudah selayaknya apabila setiap Kementerian dan Lembaga membuat berbagai program yang inovatif dan baru, sehingga tidak terkesan itu-itu saja dari tahun ke tahun.
"Tentu dengan adanya inovasi-inovasi baru tersebut dalam pelaksanaannya tetap mengacu kepada tingkat kehati-hatian, sehingga tidak adanya penggunaan anggaran belanja secara asal atau yang penting habis dan serapan anggaran tercapai. Tentu tidak juga demikian," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hampir setiap tahun semua Kementerian dan Lembaga mendapatkan alokasi anggaran belanja dan setiap tahunnya cenderung bertambah tidak pernah berkurang dari pagu.
Karenanya, ia berpendapat, sekarang bagaimana cara dan langkah strategis bagi setiap Kementerian dan Lembaga untuk dapat memanfaatkan anggaran tersebut dan bisa tercapai sasarannya, serta bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara.
"Dengan demikian ketika di lakukan evaluasi kinerja dalam penggunaan anggaran tidak ada lagi Kementerian dan Lembaga yang rendah penyerapan anggarannya, karena adanya inovasi program-program baru mereka itu," ujar legislator dari Dapil Jawa Timur 2 itu.(rr)

