Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI menggelar seminar bertema "Peningkatan Budaya Politik Dalam Rangka Ketahanan Nasional" di Jakarta, Rabu.
"Budaya politik memberikan dampak yang besar pada kualitas kepemimpinan dan ketahanan nasional. Oleh karena itu, pada seminar ini dilakukan pembahasan secara menyeluruh mengenai pengetahuan, perasaan dan keputusan warga negara tentang partisipasi politiknya," kata Gubernur Lemhanas RI Budi Susilo Soepandji di Jakarta, Rabu.
Seminar yang digelar sebagai bagian dari kurikulum Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) XLVII tersebut menghadirkan sejumlah pengamat, tokoh, dan politisi ternama seperti Franz Magnis Suseno, S.J., Eep Saifulloh Fatah, Eva Kusuma Sundari, dan Siti Zuhro.
Dalam sambutannya Budi Susilo Soepandji mengatakan bahwa aksi demonstrasi yang mengkritisi kebijakan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa.
Oleh karena itu, katanya, sudah saatnya warga negara Indonesia berupaya meningkatkan budaya politik di Tanah Air.
"Dalam sebuah negara demokrasi, tentunya demonstrasi mendapat tempat yang dijamin undang-undang, namun cara protes tersebut cenderung tidak sesuai dengan etika dan budaya bangsa," katanya.
Budaya politik memiliki pengaruh luas terhadap ketahanan nasional bangsa, sehingga dalam seminar itu dibahas secara menyeluruh mengenai orientasi kognitif (pengetahuan), orientasi afektif (perasaan), dan orientasi evaluatif (keputusan) warga negara Indonesia dalam mengambil keputusan politik mereka.
Seminar yang juga dihadiri oleh sejumlah relasi asing itu diharapkan dapat membantu pemerintah dalam memutuskan kebijakan serta penyelesaian berbagai masalah politik.
"Seminar ini akan menghasilkan sumbangan pemikiran kepada pemerintah untuk permasalahan yang berkaitan dengan budaya politik segenap komponen bangsa, untuk kepentingan ketahanan nasional Indonesia," ujarnya. (tp)


Yahoo! OMG