Kenaikan BBM

Lena dan Davis Rujuk Setelah 50 Tahun Bercerai

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Samuel Febriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua orang lanjut usia (lansia) di Kota New York, Amerika Serikat (AS), kembali melanjutkan hidup pernikahan mereka, yang sempat kandas selama 50 tahun.

Lena Henderson dan Roland Davis, pertama kali mengikat janji sehidup semati, di Chattanooga, Tennesse, AS, waktu mereka masih remaja. Namun rumah tangga mereka kandas di tahun 1964.

"Selama ini mereka tetap bersahabat. Ibu saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang buruk tentang ayah saya, dan ayah saya selalu memperlakukan ibuku dengan penuh kasih, walau mereka bukan lagi suami istri," ujar Renita Chadwick, putri bungsu pasangan itu, seperti dilansir Upi.com, Senin (30/7/2012).

Setelah bercerai, Davis menikah dengan seorang wanita, lalu pindah ke Colorado, AS. Setelah istri keduanya itu wafat beberapa bulan lalu, Lena dan putri Davis tertua, Johnnie Mae Funderbirk, khawatir dengan Davis yang tinggal sendirian di Colorado sehingga mereka memintanya untuk pindah kembali ke New York.

Ketika mereka mempersiapkan kepindahannya ke New York, Davis dalam suatu kesempatan menghubungi Lena dan melamarnya kembali. Seperti diberitakan Upi.com, Senin (30/7/2012).

"Kami berbicara di telepon dan dia berkata, maukah kau menikahiku lagi?" ujar Lena, saya bilang, wah, wah ... ya, tentu," lanjutnya.

Menurut Lena, selama ini, mereka masih memelihara rasa sayang mereka satu sama lain, kendati jarak telah memisahkan mereka.

"Saya pikir kita terus memikirkan satu sama lain sepanjang waktu, meskipun kami begitu jauh," tuturnya.

Rencananya, Lena dan Davis akan melangsungkan pernikahan mereka yang kedua, di hari Sabtu mendatang di Gereja Elim Christian Fellowshi, Central Park Plaza, Buffalo, New York, AS.

KLIK JUGA:

  • Apa yang akan kita makan 20 tahun lagi?
  • India Sukses Uji Coba Luncurkan Rudal Jelajah...
  • Seekor Panda Melahirkan di Hari Pertama Olimp...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.