Lewati Rekor Sampras, Federer Jadi Petenis Nomor 1 Terlama

TRIBUNNEWS.COM – Petenis tunggal putra asal Swiss, Roger Federer mendapat hal ganda usai merengkuh gelar juara turnamen Grand Slam Wimbledon. Setelah menaklukkan jagoan tuan rumah, Andy Murray, ia sukses merengkuh posisi nomor satu dunia.

Hebatnya, awal pekan ini, ATP merilis status Federer sebagai petenis tunggal putra nomor wahid yang berstatus paling banyak mengoleksi pekan tertinggi. Artinya, ia mampu mengoleksi pekan terbanyak saat berstatus pemain berposisi tertinggi sejagat.

Berdasar statistik, secara akumulatif ia sukses berada di puncak selama 287 pekan. Angka ini didapat saat Federer menjadi petenis peringkat teratas dua periode lainnya, yakni 2 Februari 2004 - 17 Agustus 2008 dan 6 Juli 2009 - 6 Juni 2010.

Pencapaian tersebut membuat Federer tercatat melewati rangkaian rekor yang sudah dikoleksi legenda lapangan tenis, Pete Sampras. Pria asal Amerika Serikat (AS) ini mampu bertengger di posisi puncak selama 286 pekan.

"Sebuah hadiah yang luar biasa, karena bagaimanapun, memecahkan sesuatu yang sudah dicapai legenda sebelumnya adalah hal tak terduga," kata Federer yang uniknya adalah pengagum Sampras.

Legenda yang rekornya patah, Pete Sampras kepada AFP mengatakan, sosok Federer sangat pantas mendapatkan beragam rekor. Sejak turun ke gelanggang kompetisi internasional, ia mampu menunjukkan talenta.

"Andai dia tak cedera, saya yakin seharusnya sudah mendapatkan rekor ini 2-3 tahun lalu. Dia sosok yang gigih di tengah gempuran anak-anak muda. Saya menjadi pengagumnya," kata Sampras. (Tribunnews/bud)

Terlama Nomor Satu:

Nama Waktu      (Minggu)

  1. Roger Federer 287
  2. Pete Sampras 286
  3. Ivan Lendl 270
  4. Jimmy Connors 268
  5. John McEnroe 170
  6. Björn Borg 109
  7. Rafael Nadal 102
  8. Andre Agassi 101
  9. Lleyton Hewitt 80
  10. Stefan Edberg 72
  11. Jim Courier 58
  12. Novak Djokovic 53
  13. Gustavo Kuerten 43
  14. Ilie Nastase 40
  15. Mats Wilander 20
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.