Kabut Asap

Liberalisasi 9 Sektor Jasa Tak Rugikan Indonesia  

  • Beli ANTV, MNC Belanja Rp 4,9 Triliun

    Plasadana

    PLASADANA.COM - MNC Group menunjukkan ambisinya untuk menguasai bisnis media, terutama televisi, di Indonesia. Setelah menguasai tiga stasiun televisi terestrial dan jaringan televisi kabel Indovision, perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo itu kini menguasai ANTV yang dimiliki grup Bakrie.Reuters mengabarkan, MNC mengeluarkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk membeli saham PT Cakrawala Andalas Televisi yang mengelola ANTV. Namun belum diketahui proporsi saham yang diambil alih …

  • BRI Mulai Layanan Tanpa Kantor

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Untuk memperluas layanan perbankan terhadap individu yang masih kesulitan dalam mengakses produk dan jasa keuangan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meluncurkan layanan terbaru bernama T-Bank.Adapun layanan tersebut dilakukan dengan menggandeng PT Telkom sebagai mitra yang bertugas menyiapkan infrastruktur teknis. Yakni, mulai dari sistem hingga aplikasi dari layanan tersebut.Layanan ini rencananya diuji coba oleh BRI di dua provinsi: Kecamatan Ayah, Sempor dan Karangayam …

  • Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    Tempo
    Tiga Bandara Berpotensi Terkena Dampak Kabut Asap

    TEMPO.CO, Jakarta-- Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) menyebut ada tiga bandara yang berpotensi terkena dampak kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatera. "Bandara di Pekanbaru, Batam dan Jambi," kata Direktur Keselamatan dan Standar LPPNPI, Wisnu Darjono, saat dihubungi Tempo, Kamis, 20 Juni 2013. …

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, menilai Indonesia tidak akan dirugikan oleh kesepakatan liberalisasi sektor jasa antara ASEAN dan India. "Indonesia tidak bisa lagi menghindar dari liberalisasi, sudah pasti berdampak. Tapi tidak akan berpengaruh negatif," katanya kepada Tempo, Ahad, 23 Desember 2012.

Menurut dia, dari sembilan sektor jasa yang dibuka, hanya sektor komputer atau teknologi informasi domestik yang terancam. Sebab, sektor teknologi informasi India jauh lebih unggul daripada Indonesia. Sehingga, sulit bagi pelaku industri Indonesia untuk mengejar ketertinggalan dari India. "Sulit menyaingi India untuk sektor ini. Pasti India akan lebih unggul," kata Natsir.

Untuk delapan sektor lain, yaitu jasa bisnis, penelitian dan pengembangan, pendidikan, kelautan dan transportasi, telekomunikasi, konstruksi dan teknik, keuangan (non-bank), transportasi udara, pariwisata, dan jasa terkait, Natsir yakin India tidak akan mengungguli Indonesia. Sebab, sampai saat ini nilai transaksi dagang Indonesia pada sektor-sektor ini masih lebih banyak daripada India. Artinya, penetrasi pelaku industri India tidak akan sampai mengancam industri domestik pada delapan sektor tersebut. "Transaksi dagang dengan India masih surplus. Indonesia masih bisa unggul untuk delapan sektor lainnya," katanya.

Kadin meminta Indonesia untk menjadi tuan rumah di negeri sendiri walaupun liberalisasi sembilan sektor jasa sudah diberlakukan. Pelaku industri harus bisa merebut dan menguasai pangsa pasar sembilan sektor tersebut agar pertumbuhan ekonomi tetap bisa terjaga.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-India yang berlangsung di India pekan lalu telah menyepakati liberalisasi sembilan sektor jasa. Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan, menyatakan liberalisasi pada sembilan sektor tersebut diharapkan bisa mendorong ekspansi investor asal Indonesia di India dan sebaliknya.

India sepakat membuka perdagangan di sektor komputer, penelitian, kesehatan, pariwisata, transportasi, komunikasi, keuangan (bank dan non-bank), konstruksi, dan jasa teknik.

ANANDA TERESIA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat