MERDEKA.COM, Pepatah mulut mu harimau mu agaknya sangat tepat ditujukan untuk Politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana. Pasalnya, gara-gara menyebut dengan gamblang KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur lengser dari kursi kepresidenan karena korupsi, kini Sutan menuai kecaman dari massa Gusdurian maupun warga Nahdiyin di seluruh Indonesia.
Kasus ini bermula ketika Sutan dan mantan jubir era Gus Dur, Adhie M Massardi, diundang di acara yang sama di sebuah stasiun swasta. Saat itu keduanya terlibat perdebatan alot. Adhie Massardi menyindir kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua Dewan Pembina Demokrat. Panas dengan ucapan Adhi, Sutan kemudian membalas sentilan itu dengan menyebut Gus Dur terlibat kasus korupsi Buloggate dan Bruneigate.
Sontak saja ucapan Sutan saat itu menuai protes dan kritik pedas. Massa pendukung Gus Dur di daerah pun bergerak. Sampai hari Rabu (28/11) atau dua hari pasca tayangan debat itu ditayangkan, Sutan terus diserang, dicacimaki bahkan diancam dengan berbagai ancaman.
Di daerah seperti Jawa Timur, yang menjadi basis pendukung Gus Dur, massa terus menggelar unjuk rasa mendemo Sutan. Mereka membakar foto Sutan, bahkan menyuruh Sutan minta maaf dalam 2x24 jam secara terbuka di media. Jika hal itu tidak dilakukan, mereka mengancam akan mengepung rumah Sutan di Jakarta dan mempolisikan rumah ketua Komisi Energi di DPR itu.
Di internal Demokrat sendiri, dukungan pada Sutan pun terpecah. Jika Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum dengan sigap meminta maaf atas ucapan Sutan, lain halnya dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie. Marzuki malah senang dan mendukung rekannya di partai dipolisikan.
"Ya bagus, saya dukung. Biar jelas hukum ditegakkan daripada anarkisme. Saya dukung. Saya juga NU, ketua Dewan Ahli NU," kata Marzuki.
Awalnya Sutan tak takut dengan berbagai ancaman tersebut. Dia siap membuktikan ucapannya di pengadilan.
"Mereka katakan 1X24 jam Sutan kalau tidak meminta maaf mereka lapor polisi. Itu lebih baik menurut saya, biar pengadilan nanti yang selesaikan. Siapa yang melapor, tapi saya khawatir yang melapor malah kena tangkap, karena tidak ada saya bilang begitu (menghina Gus Dur)," kata Sutan sehari setelah kejadian tepatnya Selasa (27/11).
Sutan sadar ucapannya kala itu sangat ceroboh dan melukai hati keluarga besar dan pendukung Gus Dur. Tapi dia berkilah perkataan itu dia lontarkan karena Adhie lebih dulu menyerang bos Sutan di partai.
"Jangan saya suruh minta maaf, kalau saya lakukan digarisbawahi orang Sutan bersalah, saya tidak bersalah. Masa saya dibilang fitnah," kata Sutan membela diri.
Apapun pembelaan Sutan tetap saja kaum Nahdliyin dan keluarga terlanjur terluka. Bahkan anak-anak Gus Dur, Alissa Wahid menanggapi ulah Sutan dalam akun Twitter resmi miliknya @Alissawahid.
"Banyak yang mention soal Sutan Batoegana & tuduhan #GusDur lengser karena korupsi Bulog & Bruneigate. Bapak itu kurang piknik ya," tulis Alissa ditanggal 26 November.
"Politisi yang (sudah) tidak punya kredibilitas dan integritas, bagaimana bisa menjadi penyalur aspirasi rakyat?," kicau Alissa kembali pada 27 November.
"Be the cause, not the effect. Jadilah sebab, bukan jadi akibat. Ayo putar situasi Sutan Batugana untuk kebaikan kita semua," posting Alissa beberapa jam kemudian di hari yang sama.
Bahkan saat melihat pendukung Gus Dur bersuara, Alissa coba menenangkan.
"Keluarga Ciganjur masih berkoordinasi dengan beberapa pihak, supaya situasi ini bisa berujung baik untuk bangsa," tulis Alissa.
"Terima kasih untuk luapan cinta kepada #GusDur, sobat. Energi ini biarlah tidak untuk memaki, namun untuk jernihkan sejarah yang diburamkan," tambah Alissa.
Hal yang sama juga dilakukan putri bungsu Gus Dur, Inayah Wahi. Dalam akun Twitter resminya @naywahid dia ikut menanggapi ulah Sutan.
"Hlaaa...jadi minta maafnya karena ngomong, dan bukan karena udah ngomong hal yang ga bener....lha ya sami mawon mas," kicau Inayah pada 27 November lalu.
Sadar situasi semakin memojokkannya, Sutan kembali tampil ke publik dan menyatakan permohonan maaf. Sebagi bentuk keseriusannya, Sutan hendak menemui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) H Iqbal Sullam. Pertemuan dilakukan untuk menyampaikan permintaan maaf.
"Saya akan coba menyelesaikan ini dengan cara yang baik, saya mau ketemu Sekjen PBNU, sekarang lagi tunggu dia (Sekjen PBNU) ada di Polda," kata Sutan Bathoegana di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (28/11) sore kemarin.
Meski demikian, Sutan tidak ingin hanya dirinya disalahkan terkait pernyataannya soal Gus Dur. Dia juga meminta Adhie Massardi menyampaikan permohonan maaf karena telah menghina SBY.
"Kata-kata saya mungkin menyinggung menghina Gusdur saya mohon maaf, tapi bukan saya saja, Adhie Masardi juga mohon maaf pada pimpinan negara ini SBY yang dihinanya jadi enak semua," tegas Sutan.
Meski sudah mengakui kesalahannya dan berulangkali meminta maaf, akankah serangan pada Sutan mereda? Ataukah Sutan tetap dipolisikan.
Perang Lawan Geng Motor
- Ini Titik Rawan Geng Motor di CirebonTempo - 7 jam yang lalu
- Guru Ini Diduga Jadi Panglima Geng MotorTempo - 19 jam yang lalu
- Sultan: Geng Motor Tidak Pantas di YogyakartaAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Kapolda Jabar instruksikan polisi tembak geng motor di tempatMerdeka.com - Sen, 20 Mei 2013
- Legislator Pekanbaru Dampingi Pelajar Tersangka Geng MotorAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Komnas Anak Minta Geng Motor Pekanbaru DibebaskanAntara - Sen, 20 Mei 2013
- Geng motor penikam jurnalis Trans TV dibekukMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- Anggota Geng Motor Penikam Wartawan Dibekuk Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Cari anak didik Klewang, polisi razia geng motorMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- 8 Kejahatan Geng Motor Klewang Tahun iniTempo - Min, 19 Mei 2013
- Anggota Geng Motor Biasa Seks BebasTempo - Sab, 18 Mei 2013
- Geng Motor Binaan Klewang Lahir dari Istilah SeksTempo - Sab, 18 Mei 2013
- Klewang Membawahkan 5 Geng Motor di PekanbaruTempo - Jum, 17 Mei 2013
- Warga Pekanbaru: Geng motor Klewang seperti kerajaanMerdeka.com - Jum, 17 Mei 2013
- Polda Metro janji tangkap geng motor yang meresahkan wargaMerdeka.com - Kam, 16 Mei 2013
- Ini beberapa geng motor perempuan yang bertindak brutalMerdeka.com - Kam, 16 Mei 2013
- Tiga Anggota Geng Motor Makassar Dicokok Tempo - Rab, 15 Mei 2013
- Klewang pernah pimpin geng motor serang Mapolresta PekanbaruMerdeka.com - Rab, 15 Mei 2013
- Polda Makassar Nyatakan Perang Lawan Geng MotorTempo - Sel, 14 Mei 2013
- Punya jimat, Klewang perkosa ABG di depan ratusan geng motorMerdeka.com - Sel, 14 Mei 2013
Berita Lainnya
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah Dibuka
- Marzuki: Partai Demokrat Konsisten Berantas Korupsi
- SBY Tidak Istimewakan Keluarga dalam Penentuan DCS
- Jumhur: Pemuda Ambil Terbaik dari Pemimpin Terdahulu
- Gado-Gado Bon-Bin, Disiram dan Disangrai
- Hanura Bantah Minta MNC Group Dukung Partainya
- Pemerintah Kaji Insentif untuk Eksplorasi Migas
- Gita Wirjawan Nyapres Antara videos
- Presiden Tegaskan Komitmen Pemerintah Antara videos
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 35
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...


Yahoo! OMG