Hanoi (AFP/ANTARA) – Kepolisian Vietnam menahan lima orang pejabat sehubungan dengan sebuah penyelidikan di dalam perusahaan pengiriman milik negara, Vinalines.
Kelimanya, yang ditahan pada Rabu dan termasuk seorang mantan akuntan ternama dalam kelompok itu, berada di bawah penyelidikan untuk “kesalahan yang disengaja” karena menyebabkan kerugian hampir 5 juta dolar Amerika (sekitar Rp47,4 miliar), seperti dilaporkan surat kabar Lao Dong.
Para penyidik pemerintah pada Juni mengatakan bahwa Vinalines, perusahaan pengiriman terbesar Vietnam, memiliki hutang senilai lebih dari 2 miliar dolar Amerika (sekitar Rp18,9 triliun).
11 orang yang terlibat kini berada di dalam tahanan polisi, seperti dilaporkan Lao Dong.
Ada juga sebuah surat perintah pencarian internasional untuk menemukan mantan ketua grup itu, Duong Chi Dung (55), setelah pihak kepolisian gagal menahannya pada Mei.
Para penyidik mengatakan bahwa Vinalines menyia-nyiakan sekitar 1 miliar dolar Amerika (sekitar Rp9,4 triliun) untuk membeli lebih dari 70 kapal usang yang memerlukan biaya besar untuk perbaikan dan pemeliharaannya.
Skandal Vinalines terjadi menyusul persidangan sensasional tahun lalu atas para eksekutif papan atas di perusahaan pembuat kapal Vinashin, yang hampir mengalami kebangkrutan pada 2010 lalu karena hutang yang menumpuk.
Beberapa pejabat Vinashin dijatuhi hukuman penjara karena melanggar peraturan-peraturan negara. (ai/pt)

