Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Lima Tanda Hubungan Tak Bisa Diteruskan

    Setelah masa “bulan madu” terlewati dalam sebuah hubungan, kini saatnya melakukan evaluasi. Apakah sebuah hubungan layak diteruskan atau malah diakhiri?

    Berikut ini tanda-tanda suatu hubungan menemui jalan buntu, seperti yang dikutip dari Suite 101:

    1. Tak ada lagi kemesraan
    Jangankan berbagi kemesraan, Anda dan pasangan bahkan merasa bosan saat berduaan. Anda dan pasangan malah sibuk sendiri, tanpa saling memperhatikan. Hubungan pun menjadi dingin dan hambar.

    2. Sulit mencari topik pembicaraan

    Komunikasi mulai berkurang. Anda dan pasangan seakan merasa tak ada lagi topik yang bisa dibicarakan. Anda lebih suka menceritakan kegiatan keseharian Anda kepada orang lain ketimbang ke pasangan.

    3. Tak ada humor
    Anda malas bahkan muak mendengar leluconnya. Anda menilai humornya hanyalah sekadar cara yang salah untuk menarik perhatian Anda.

    4. Lingkungan tidak setuju
    Lingkungan terdekat Anda seperti keluarga dan sahabat tak bisa berhubungan baik dengan pasangan. Sering kali Anda merasa harus memilih antara keluarga dan si dia.

    5. Kehilangan kepribadian
    Saat bersama si dia, Anda tak merasa seperti diri Anda sendiri. Yang biasanya periang dan suka becanda, Anda mendadak jadi pendiam dan sunyi, saat berada di samping pasangan.

    Jika Anda merasakan kelima tanda di atas, sebaiknya ajak pasangan berbicara dari hati ke hati. Benarkah hubungan yang Anda jalankan layak untuk dipertahankan? Atau hanya menjadi beban? Jangan sampai Anda dan pasangan menyia-nyiakan waktu terlalu lama.

    Selamat berbahagia!

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    193 komentar

    • Martoyo  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Kalo seseorang sudah memilih pria atau wanita untuk menjadi pasangan hidupnya tentulah dengan pertimbangan yg sangat matang sehingga apapun yg akan terjadi dalam perjalanan waktu bersama pasangannya haruslah dimaknai sebagai proses pembelajaran keluarga. Dan proses itu tidak akan ada akhirnya sampai Tuhan memisahkan mereka.
      • Pengguna Yahoo! 1 tahun 0 bulan lalu
        Agreeeeee...!!!
        Alasannya: kalau sejak awal memilih laki2 atau perempuan menjadi pasangan/pendamping hidupnya berarti harus bertanggung jawab lahir bathin, selalu bersama dikala senang & susah/sedih (tidak boleh meninggalkan pasangan hidupnya dengan alasan apapun termasuk ketika sakit apalagi poligami/poliandri).
        Motto hidup ketika berumah tangga:
        Penyesalan tiada arti oleh karena itu berikanlah segala yang terbaik dari diri kita untuk pasangan hidup kita karena dengan begitu kita tidak akan pernah tahu kapan maut memisahkan pasangan hidup kita.. hiks.. hiks..
        Berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan (Fastabikul khoirot)
      • flora.fauna 1 tahun 0 bulan lalu
        Setujuuuu.... Nih artikel dudul banget deh.. mana ada evaluasi hubungan setelah menikah.. pernikahan itu sakral hanya satu kali seumur hidup.
        cape dehh... :)
      • Joe Gendo 1 tahun 0 bulan lalu
        Amelia Ayu Kinanti banyak ngaconya kalau nulis artikel ..... kumpul kebo aja dulu ... udah oke baru nikah .....
    • flora.fauna  •  1 tahun 0 bulan lalu
      evaluasi itu bukan dilakukan setelah bulan madu donk...gimana sih..
      evaluasi dilakukan ya pada saat menjalin hubungan (berkomitmen) saat sebelum memutuskan untuk menikah...

      kalaupun setelah menikah ditemukan tanda-tanda tadi,bukan berarti hal tadi akan terjadi selamanya. setiap orang memiliki masa naik turunnya rasa cinta. saat rasa cinta mulai menurun, bukan berarti dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menyudahi hubungan, tapi sebagai pasangan suami istri yang baik, mencari solusi bersama agar bagaimana gairah cinta hidup kembali. banyak yg bisa dilakukan. diantaranya dengan menyadari kelebihan pasangan dan mengakuinya secara vokal, serta mengatakannya kepada pasangan. (itu baru sedikit langkah dari sekian banyak langkah).

      Saya pikir artikel ini tentang KDRT.. please deh, jika pernikahan hanya dijadikan moment yang harus dilewati ketika hubungan sedang senang-senangnya,mau jadi apa para pasangan kelak?

      Sebaiknya menikah dilakukan ketika tidak ada alasan fisik untuk menyehatkan mata.. ketika tidak ada alasan kemapanan untuk meraih kenyamanan dengan nominal.. ketika tidak ada alasan ingin menyenangkan oranglain.

      Namun,menikahlah ketika Anda bersedia menjadikan kelemahan dan kekuatan pasangan menjadi bagian dari cerita hidup Anda.. Menikahlah ketika Anda siap untuk mengarungi berbagai pengalaman spektakuler bersama pasangan yang mungkin akan membuat Anda memiliki lebih sedikit ruang hidup, namun percayalah, sebagian ruang Anda dimana Anda berbagi dengan pasangan, ruangan itu akan terasa lebih bermakna dan terdapat kekuatan yang tak tertandingi di dalamnya jika dibandingkan dengan ruang Anda pribadi ataupun ruang pasangan,

      Tidak ada masalah tidak dapat diselesaikan. Belajarlah memahami pasangan, bukan menghakiminya. dengan memahami pasangan,maka Anda selangkah lebih wise (bijaksana), memiliki hati yang lebih besar, dan selangkah untuk menjadi manusia yang dicintai Tuhan. Bukankah menikah tidak hanya untuk kebahagiaan dunia, namun juga untuk kebahagiaan dunia akhir kelak?

      Memang, saya memahami bahwa hidup sendiri memang tidak mudah. namun membutuhkan keberanian yang lebih luar biasa saat memutuskan untuk hidup berdua. Jadi, tidak perlu takut untuk mengarungi samudera..karena kalian (pasangan) saat 'diganggu oleh ombak' yang berusaha menenggelamkan kapal kalian, kalian sudah memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada kekuatan ombak itu sendiri.

      Semoga bermanfaat. :)
      • Liza Chevy 1 tahun 0 bulan lalu
        gw sk bgtt sma tulisan ini, memberikan sy sebuah kekuatan lg dalam pernikahan sy...trima ksh atas tulsan anda...karena memang sangat bermanfaat.
      • DoNie 1 tahun 0 bulan lalu
        lebih bijak kata2nya dan lebih memberikan solusi .....
      • tri 1 tahun 0 bulan lalu
        bulan madu yg di sebut diatas disertai dg tanda "kutip"... jadi "bulan madu" yg dmaksud diatas bukan benar2 bulan madu setelah menikah. kadang seaktu memulai hubungan kan serasa bulan madu. itu menurut saya... apalagi kalo artikel ini di kutip dari majalah luar.......
    • johan  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Kesetiaan, kejujuran, saling percaya dan pengertian adalah kunci sukses menjalin hubungan..
      • benci SBY 1 tahun 0 bulan lalu
        1. Tak ada lagi kemesraan
        Jangankan berbagi kemesraan, Anda dan pasangan bahkan merasa bosan saat berduaan. Anda dan pasangan malah sibuk sendiri, tanpa saling memperhatikan. Hubungan pun menjadi dingin dan hambar.

        5. Kehilangan kepribadian
        Saat bersama si dia, Anda tak merasa seperti diri Anda sendiri. Yang biasanya periang dan suka becanda, Anda mendadak jadi pendiam dan sunyi, saat berada di samping pasangan.
      • johan 1 tahun 0 bulan lalu
        Mungkin perlu break sebentar sampai rasa jenuh hilang, contoh dengan pergi memancing di hari libur, atau jalan-jalan ke taman hiburan, atau kepuncak berduaan..
    • Syarifudin  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Semua tanda tsb saya rasakan ada pada hub. kami. Tp. bgmn lg ada anak yg manis dan sangat kami sayangi. Akhirnya saya berfikir lebih baik saya bertahan dan biar saya tdk bahagia drpd anak yg tdk bahagia. Saya tdk tega melihatnya sedih dan tdk bahagia menjalani hidupnya..apapun akan saya jalani demi kebahagiaan anak kami..
      • cici 1 tahun 0 bulan lalu
        saya sangat setuju dengan pendapat panjenengan...
      • My 1 tahun 0 bulan lalu
        sy juga setuju pendapatnya lewat anak..mgkn hubungan bisa di bina kembali.
        amin,,
      • Beby 1 tahun 0 bulan lalu
        Siippp...semua dilakukan demi anak, tapi sampai kapan ya bertahan terus..????
    • Reza EsCaDa  •  9 bulan yang lalu
      Iya dong... banyak faktor yang bikin retak dan itu sifatnya subjektif. o.Oa sebagai psikolog juga saya sering menerima aduan mengenai hal-hal yang sebenarnya sangat biasa dimata para pasangan namun dampaknya bisa ekstrim kalau ngliatnya dari sudut pandang yang beda. Kita biasa menyebutnya dengan.... "sensi"
    • Yunie  •  1 tahun 0 bulan lalu
      kesetiaan, kejujuran, saling percaya... masih adakah semua itu ????
      • johan 1 tahun 0 bulan lalu
        Tuhan menciptakan semua di dunia ini berpasangan, tidak semua buruk. sabar.. pasti kamu menemukannya..
      • Rika sofiani Sofiani 1 tahun 0 bulan lalu
        ea Kdang2 c_ ..... kdang2 pozitif tpi kdang2 ngAtif
      • CaturBp 1 tahun 0 bulan lalu
        semua tergantung manusia nya dan ikhtira serta doa
    • abdul malik  •  1 tahun 0 bulan lalu
      tapi yang paling ampuh untuk tetap utuh dalam berhubungan...jangan hilangkan rasa perhatian kepada pasangan kita.....kalo itu hilang......yakin dah g kan lagi...pasti ancur.......
    • selvi Novia rohani  •  1 tahun 0 bulan lalu
      ada masa nya seseorang berada pada titik jenuh pada sesuatu ..
      namun bukan berarti harus meninggalkan nya ,, (-_-")
    • Maki  •  1 tahun 0 bulan lalu
      LIMA ALASAN JANGAN PERNAH BERKOMITMEN

      haduuuh... setiap hubungan pasti adalah saat-saat kaya gini, masa harus ganti-ganti pasangan sepanjang usia?
    • Dewi  •  1 tahun 0 bulan lalu
      yth, penulis artikel ini,
      Setelah masa “bulan madu” terlewati dalam sebuah hubungan, kini saatnya melakukan evaluasi. Apakah sebuah hubungan layak diteruskan atau malah diakhiri?

      saya pikir artikel diatas sangat kurang tepat..."setelah bulan madu" kata tersebut berarti pasangan telah melakukan proses pernikahan dong.
      Alangkah lebih baik jika kelima tanda tersebut mesti dijajaki sebelum pernikahan itu terjadi.
    • Isna Harmizi  •  1 tahun 0 bulan lalu
      keterbukaaan sbg kunciii.....insyaallah ..
    • Sarrah Santie  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Bagiku yang terpenting adalah jangan pernah putus komunikasi,,,,,,,setiap waktu,,karena dapat mengikat hubungan lebih erat,,,,,,,,,,,hmmmmmmmmm
    • bukan bejo yg dulu lagi  •  1 tahun 0 bulan lalu
      6.jangan ingat saat dia berikan kecewa,ingat saat-saat dia mampu berikan bahagia
      7.mampu memaafkan diri sendiri juga pasangan.
    • Aris_Bogor  •  10 bulan yang lalu
      EMANG IYA G2?
    • Ahmad  •  1 tahun 0 bulan lalu
      it's me, tetapi sudah ada anak. kasihan ah ! telen aja deh 1
    • ismia  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Emg bnr hrus diakhiri.
      aq brui ja mtusin cwoq. krna dia udh ga prhtian lg ma aq. bda dgn pd saat masih PDKT.
      Dia jg sring bohong ma aq. tp aq slalu diam & diam. krna aq pkir dia @#$% brubah. tp ksbran mnusia ada btasnya.Lbih baik aq akhri hub ne,,, drpda aq hrus buang2 wktu yg ga brarti.
      Masih da hal yg lbih pnting dr skdar mkirin org yg ga prnah pduli ma aq.
    • Asha  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Emmmmmm,,,,,,
      KOMUNIKASI KUNCI UTAMA,
      MOGA KITA GK HRS NGALAMIN!!!
    • lia-  •  1 tahun 0 bulan lalu
      betul.. betull. ini sama spt yg saya rasakan.. walaupun masih ttp sayang.. tp rasa nya kl bersama dia skrg krg mesra, jarang becanda, rasanya tidak ada topik yg menarik utk di bicarakan, lbh suka sibuk dengan kegiatan sendiri walaupun sedang berdua, rasa nya bersama tmn lbh menarik dr pd bersama dia. dan bersama tmn saya lbh @#$% mengekspresikan perasaan saya,, what shd i do then?? :(( but i also still love him..msh pacaran aja begini, apa lg kl sdh menikah.. apakah pantas untuk di perlukan..?
    • Shr B  •  1 tahun 0 bulan lalu
      ANEH,,,,,INI ARTIKEL BUKAN MEMBANTU,TP MLAH MENGHANCURKAN
    • Reza EsCaDa  •  11 bulan yang lalu
      Terlalu gegabah jika "hanya" karena ke 5 faktor di atas kita harus berfikir untuk memutuskan hubungan dengan pasangan kita -_-"

    Terpopuler

    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat