LIPI Bangun Pusat Penyimpanan Mikro Organisme

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan membangun Indonesian Culture Collection Center yang akan menjadi fasilitas penyimpanan sumber daya mikro-organisme untuk berbagai kebutuhan, baik riset, kesehatan, pangan hingga pertanian.

Wakil Kepala LIPI Prof Dr Endang Sukara di sela diseminasi hasil jejaring kerja sama Internasional LIPI bidang Energi dan Lingkungan di Jakarta, Rabu, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut akan dimulai 2012 ini.

Herbarium Bogoriensis tempat koleksi berbagai tanaman dan Museum Zoologi untuk hewan sudah dimiliki LIPI dengan bantuan Jepang, namun museum yang khusus untuk menyimpan mikroorganisme belum ada, sehingga selama ini Indonesia menitipkannya di Jepang atau Eropa.

"Kalau tidak ada relasi, menitipkan spesimen itu bayar, di Singapura tarifnya sampai 600 dolar AS per tahun. Masak negara kita sebesar ini tidak punya museum penyimpanan mikroorganisme," katanya.

Apalagi jika melihat Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman yang besar (megabiodiversity), ditambah lagi pentingnya riset tentang mikroorganisme, tambahnya.
Endang mencontohkan bahan baku antibiotika yang 90-98 persen berasal dari mikroba aktinomisetes.

"Makluk ini harus terus digali dan ditemukan jenisnya yang baru untuk kepentingan antibiotika karena jenis yang lama sudah semakin resisten. Kita punya 6.000-an koleksi yang sebagiannya dari jenis baru."

Dia menegaskan, penemuan baru mikroba sangat penting untuk kepentingan kesehatan, pangan hingga pertanian dan karenanya fasilitas penyimpanan mikroba juga sangat penting dimiliki.

Selain itu museum mikroorganisme juga dibutuhkan untuk keperluan publikasi riset karena jurnal-jurnal ilmiah tidak mau menerima laporan penelitian mengenai spesies baru yang tidak memiliki koleksi spesimennya, tambahnya.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.