Listrik dari Pembangkit Nuklir Kembali Mengalir di Jepang

Tokyo (AFP/ANTARA) – Listrik yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir mulai mengalir di Jepang pada Kamis, mengakhiri berhentinya pasokan selama hampir dua bulan setelah terjadinya kebocoran nuklir Fukushima.


Para teknisi yang bekerja di pembangkit listrik Unit No. 3 di Oi, bagian barat Jepang menghubungkan mesin turbin mereka, sehingga memungkinkan untuk mulai memproduksi daya listrik sekitar pukul 7.00 pagi waktu setempat (2200 GMT pada Rabu), seperti diungkapkan juru bicara Kansai Electric Power Co. (KEPCO).


Daya awal sebesar 50.000 kilowatt yang dihasilkan akan meningkat secara bertahap hingga kapasitas 1,18 juta kilowatt pada Senin, katanya.


Setelah persetujuan pemerintah pada 16 Juni, unit pembangkit itu mulai dioperasikan kembali pada Minggu, dan akan mencapai reaksi fisi yang dapat menghasilkan sendiri pada Senin.


Dengan dioperasikannya kembali reaktor itu, diharapkan akan mengatasi masalah kekurangan daya yang diperkirakan KEPCO akan terjadi pada musim panas ini dan memaksa pemerintah untuk mengeluarkan target hemat daya di daerah yang dilayani perusahaan tersebut, di bagian barat Jepang, hingga 10 persen dari 15 persen.


Pemerintah meminta rumah tangga dan bisnis yang dilayani oleh enam utilitas di bagian pusat dan barat Jepang untuk secara sukarela mengurangi konsumsi listrik antara lima dan 15 persen pada tingkat musim panas 2010 hingga 7 September.


Konsumsi daya biasanya meningkat di musim panas karena masyarakat menyalakan AC untuk mengatasi cuaca panas karena terik matahari.(ai/ik)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.