Lagos (AFP/ANTARA) – Sumber tenaga listrik yang buruk di Nigeria mungkin telah menyelamatkan seorang anak muda yang bernama David Shoyemi yang berusia 14 tahun dari kecelakaan pesawat mematikan yang menewaskan lebih dari 150 orang di kota terbesar Lagos tersebut.
Setelah pergi ke gereja pada Minggu sore, ayah David, Emmanuel meminta remaja tersebut menyeberangi jalan untuk membeli kartu untuk telepon genggamnya.
Kartu telepon dijual ditempat di mana Dana Air MD83 jatuh setelah mengalami kerusakan pada mesinnya, menewaskan 153 orang di dalamnya dan belum termasuk korban tewasdi darat.
"Setelah saya menyuruhnya, listrik hidup," kata Shoyemi tua AFP, dengan menggunakan kalimat Nigeria untuk menggambarkan ketika listrik telah kembali nyala.
"Saya katakan padanya," cepat pergi dan menyetrika pakaian untuk sekolah, selagi listrik masih hidup, " kata Emmanuel (44) ayah dari lima orang anak yang memiliki toko pakaian bernama Wemmy Tino.
Istrinya meninggal dua tahun lalu dan memastikan anak-anaknya berpakaian rapi telah menjadi kebiasaan Emmanuel Shoyemi sebagai seorang ayah.
Beberapa saat setelah ia mengatakan kepada anaknya untuk mulai menyetrika, pesawat itu jatuh: "lalu, saya dengar suara Boooom! Boom!"
Meskipun Nigeria merupakan penghasil minyak terbesar di Afrika, negara tersebut sering mengalami pemutusan listrik beberapa kali dalam sehari, membuat orang-orang menggunakan listrik selagi listrik masih menyala.
Ketika ditanya apakah ia percaya anaknya akan terbunuh jika anaknya pergi keluar untuk membeli kartu telepon, Shoyemi hanya berkata, "Saya memberikan semua kepada kemuliaan Tuhan." (yg/ik)

