Loew: Jangan Tertipu Penampilan Buruk Spanyol

Gdansk, Polandia (AFP/ANTARA) - Pelatih Jerman Joachim Loew menegaskan, juara bertahan Spanyol tetap menjadi favorit untuk memenangkan Piala Eropa 2012, saat Jerman mempersiapkan laga menghadapi Yunani pada babak perempat final, Jumat.


Jerman, yang kalah dari Spanyol pada final Euro 2008, adalah satu-satunya tim di kejuaraan Eropa ini memiliki rekor 100 persen kemenangan, setelah tiga kemenangan di Grup B melengkapi sepuluh kemenangan dari sepuluh dalam pertandingan kualifikasi sebelum putaran final.


Setelah memukul Irlandia 4-0 di Grup C dan imbang 1-1 dengan Italia, juara dunia Spanyol menempati posisi puncak grup dengan kemenangan sulit 1-0 atas Kroasia pada Senin, yang baru memecah kebuntuan pada menit ke-88 ketika Jesus Navas mencetak gol untuk mengklaim kemenangan.


Pasukan Vicente del Bosque akan menghadapi Prancis di Kiev pada Sabtu, sementara Jerman melawan Yunani pada Jumat di Gdansk, tetapi Loew mengatakan dia tidak tertipu oleh kinerja terakhir La Roja yang di bawah standar.


"Saya telah menyaksikan Spanyol dua kali dan mereka benar-benar tim kelas dunia dengan kombinasi yang mereka miliki," kata Loew (52), di mana Jerman dan Spanyol berpeluang kembali bertemu di final pada 1 Juli.


"Spanyol tetap menjadi favorit untuk memenangkan turnamen," ucapnya.


"Mereka memiliki pemain fantastis, (gelandang Andres) Iniesta, misalnya, adalah produk dari budaya sepakbola yang hebat," lanjut Loew.


Loew mengatakan bahwa kekompakan pertahanan telah menjadi fokus sejauh ini dan gaya permainan menyerang Jerman telah mereka buktikan saat mereka menang 3-2 dan 3-0 atas Brasil dan Belanda tahun lalu, namun untuk saat ini prestasi itu tinggalah kenanganan.


"Anda bisa bermain sepakbola dengan suka cita dan mengharapkan keberuntungan melawan Brasil dalam pertandingan persahabatan, tapi jelas bukan di sebuah turnamen seperti ini," kata Loew yang timnya dikalahkan Swiss 5-3 di Basel pada akhir Mei dalam pertandingan persahabatan.


"Saya telah mengatakan berulang kali, anda perlu menemukan keseimbangan yang tepat antara serangan yang tajam dan pertahanan yang kokoh."


"Lihatlah lima gol saat kami kebobolan melawan Swiss, itu tanda peringatan, saya harus membaca."


"Saat turnamen bisa berarti enam pertandingan, jika anda pergi ke final, kami benar-benar harus solid dalam pertahanan."


"Lihat semua lawan kami, Belanda misalnya, biasanya terlihat untuk menjaga bola sejauh mungkin dari pertahanan mereka. Tapi kali ini Belanda mundur ke setengah lapangan mereka sendiri."


Loew mengatakan, Jerman telah tetap setia pada keinginannya melihat sepak bola menyerang, namun pertahanan ketat Jerman di putaran final berarti pendekatan yang lebih sabar."


"Anda berakhir dengan kepemilikan dan kontrol bermain bola melebar, tapi itu adalah konsekuensi dari lawan bertahan ketat," kata Loew.


"Dalam semua permainan kami, kami telah menunjukkan kemampuan untuk menciptakan peluang dengan memasuki posisi penyelesaian, sehingga serangan tetap menjadi pusat filosofi sepakbola kami." (nm/jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.