Beirut (AFP/ANTARA) - Bentrokan antara tentara dan pemberontak di Provinsi Latakia Suriah barat menewaskan 15 tentara pada Selasa, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, menjadikan korban tewas hari itu mencapai setidaknya 25 orang.
"Lima belas tentara tewas dan puluhan lainnya terluka, sementara tiga pejuang oposisi juga tewas dalam bentrokan berlanjut di beberapa desa wilayah Al-Heffa di Latakia," kata petugas Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP.
Bentrokan-bentrokan itu terjadi di desa Bakas, Shirkak, Babna, Al-Jankil, dan Al-Dafil di wilayah Al-Heffa, sementara pasukan menyerbu kota Al-Heffa itu sendiri, kata Abdel Rahman.
Ditanya tentang tingginya jumlah tentara yang tewas dalam beberapa hari terakhir, ia mengatakan: "Ini berkaitan dengan peningkatan tajam bentrokan di seluruh negeri.
"Tentara rentan terhadap kerugian besar karena mereka tidak dilatih untuk pertempuran jalanan dan karena itu terkena serangan.
"Apa yang memperparah kerugian tersebut adalah bahwa tentara sedang memerangi penduduk setempat di kota dan desa, apakah para tentara pembelot atau sipil yang mengangkat senjata terhadap rezim, yang tahu adalah pihak-pihak yang ada di dalam dan di luar, serta yang menikmati dukungan publik," kata Abdel Rahman.
Para pejuang oposisi mempertahankan kota mereka dengan menargetkan mendekati kendaraan-kendaraan militer dengan senjata otomatis atau granat, yang telah menimbulkan korban besar pada tentara dan pasukan keamanan, tambahnya.
Observatorium juga melaporkan bahwa bentrokan Selasa terjadi di kota Kfar Zita di Provinsi Hama, Suriah tengah, di desa-desa di provinsi baratlaut Idlib, di daerah Lajat di provinsi selatan Daraa dan dekat kota Bianoon di Provinsi Aleppo, di utara. (jk)


