Kabut Asap

Mabes Polri: Tak Ada Keinginan Hambat Kerja KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penarikan 20 penyidik Polri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan dimaksudkan untuk menghambat kinerja KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi.

Mabes Polri mengungkapkan bahwa hal tersebut dilakukan dalam rangka pembinaan karir anggotanya.

"Jadi tidak ada keinginan kita untuk menghambat kerja KPK. Itu semata-mata mekanismenya kita lalui dan memang juga untuk pembinaan karir terhad personil yang bersangkutan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2012).

Terang Agus surat yang dikirim KPK adalah memohon perpanjangan. Kemudian Polri menyampaikan surat tidak akan lagi memperpanjang, tetapi sudah disiapkan penggantinya.

"Silahkan KPK untuk bisa melakukan seleksi sebagaimana mekanisme yang ada di KPK. Namun, tentunya kalau kita langsung empat tahun, ini nanti kan lama, jadi Polri setiap satu tahun mengeluarkan sprin untuk anggota yang bertugas ke sana. Karna untuk anggota Polri yang bekerja diluar struktur itu, surat perintahnya dari Polri," ungkapnya.

Dalam menentukan siapa yang disiapkan untuk mengganti penyidik Polri di KPK, Kapolri bisa mendelegasikan kepada ASDM, sehingga pemanfaatan itu dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Apabila nanti setelah berakhir masa tugasnya sesuai dengan yang ada dalam surat perintah akan dimintakan untuk perpanjangan, silakan sampaikan kepada kita. Kita akan melakukan evaluasi dan pertimbangan-pertimbangan lebih lanjut. Jadi kita tidak pernah ada keinginan untuk menarik. Semata-mata rotasi untuk pembinaan karir anggota yang bertugas di luar institusi polri, termasuk yang di KPK," terangnya.

Mengenai penyidik Polri yang ditarik merupakan orang yang sedang menangani kasus simulator SIM, Agus mengungkapkan bahwa hanya ada satu orang saja dari dua puluh orang yang ditarik tersebut. Sehingga tidak benar bila penarikan tersebut menurut Agus terkait Simulator SIM.

"Kebetulan saat ini jumlahnya (yang ditarik) lebih banyak, semata-mata untuk pembinaan karir yang bersangkutan," ujarnya.

Klik:

  • Demonstrasi FUI di Kedubes AS Rusuh
  • Tekan Angka Kemiskinan Butuh Komitmen Bersama...
  • Disbudpar KTT Promosikan Daerah Lewat Wisata
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat