Madrid (AFP/ANTARA) - Program pertengahan pekan tidak memberi jeda untuk pertempuran La Liga, saat Barcelona menjamu Getafe Selasa, sementara pemimpin Real Madrid melakukan perjalanan singkat ke saingan sekota Atletico, Rabu.
Dengan tujuh pertandingan tersisa dan perjalanan ke Nou Camp akhir bulan ini, Madrid tidak boleh lagi tergelincir setelah jarak 10 poin atas saingan mereka telah berkurang menjadi empat poin dalam waktu kurang dari sebulan.
Dalam periode itu Madrid hanya dua kali menang dari lima laga, imbang di tiga pertandingan, sementara Barca sudah menang dalam sembilan laga terakhir mereka.
Tim Catalan bangkit dari ketinggalan untuk mengalahkan Zaragoza 4-1 pada hari Sabtu sementara 24 jam kemudian Madrid kurang efektif dalam serangan saat mereka bermain imbang 0-0 di kandang Valencia.
Gelandang Barca Thiago Alcantara dengan cepat membuat komentar atas Madrid setelah kemenangan keras Sabtu.
"Madrid harus berkeringat darah untuk memenangkan liga ini," katanya, saat kedua belah pihak bergerak mendekat ke 21 laga pamungkas April mereka.
Lawan Barca Getafe, yang duduk di posisi 10 dan hanya satu poin dari tempat Liga Europa, adalah yang pertama dari hanya dua tim mampu mengalahkan mereka musim ini.
Kekalahan 1-0 pada November hanya diikuti kekalahan 3-2 dari Osasuna pada bulan Februari, karena Barca telah mencetak rekor klub 161 gol dalam 54 pertandingan di semua kompetisi.
Mereka akan tampil tanpa Cesc Fabregas, Selasa, setelah ia mendapat kartu kuning kelima melawan Zaragoza, sementara Gerard Pique dan Dani Alves keduanya diragukan karena masalah otot.
Atletico Madrid bisa saja memberi suatu bantuan untuk Barca dalam derby "Madrileno" hari Rabu.
Real menambah rekor beruntun tak terkalahkan melawan Atletico menjadi 22 pertandingan pada bulan November dengan kemenangan kandang 4-1 dan tentunya Atletico belum berhasil mengalahkan saingan mereka itu. Kemenangan terakhir mereka terjadi pada tahun 1999.
Namun, full-back Atletico asal Brasil Filipe Luis bersikeras timnya bisa mendapatkan sesuatu dari laga Rabu.
"Kita harus menghormati mereka karena mereka adalah pemimpin klasemen dan salah satu tim terbaik dalam sejarah Real Madrid tapi kami akan tetap kehilangan percaya diri dan akan pergi untuk menang. Kami semua bermimpi tentang mengakhiri catatan ini dan mengalahkan Madrid, "katanya.
Kedatangan pelatih baru Diego Simeone dalam liburan Natal telah meningkatkan permainan Atletico yang masih berjuang di semifinal Liga Europa dan masih berjuang untuk kualifikasi Eropa musim depan di posisi ketujuh. (nm/ar)


