Penghargaan buat SBY

Mahasiswa Desak KPK Usut Tuntas Korupsi PON

Pekanbaru (ANTARA) - Puluhan mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Riau Berdaulat (Arrib) berunjuk rasa di Kota Pekanbaru, Rabu, mendesak KPK mengusut tuntas dugaan korupsi proyek PON XVIII.

Para pengunjuk rasa dengan membawa bendera merah putih dan poster bertuliskan Gantung Mati Koruptor itu juga meminta KPK membongkar dugaan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di Pemprov Riau.


Koordinator lapangan Arrib, Yopi Pranoto, mengatakan ada dugaan kuat Gubernur Riau HM Rusli Zainal terlibat kasus korupsi dalam revisi Perda Nomor 6/2012 tentang Pembangunan Lapangan Tembak PON.

"Hal ini diperkuat dengan tindakan Kementerian Hukum dan HAM yang mengabulkan permintaan KPK agar Rusli Zainal dicekal bepergian ke luar negeri," katanya.

Para pengunjuk rasa mendesak KPK menetapkan Rusli Zainal sebagai tersangka. Mahasiswa dan aktivis juga meminta seluruh aparat penegak hukum menindak tegas pada koruptor, dan meminta BPK mengaudit APBD yang telah dikucurkan untuk proyek PON.

Rusli Zainal yang ditemui secara terpisah meminta semua pihak tidak bertindak gegabah dan mendukung pelaksanaan PON XVIII tersenggalara dengan sukses.


"Di nasional kita terlihat baik-baik saja, tetapi di daerah sendiri terus diributkan," kata Rusli.

KPK sebelumnya telah menetapkan enam tersangka kasus dugaan gratifikasi proyek PON XVIII di Provinsi Riau.

Dua tersangka yang baru saja ditetapkan oleh KPK antara lain Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin dan mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Riau Lukman Abbas yang kini menjabat staf ahli Gubernur Riau.

Sedangkan empat tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan, dua di antaranya anggota DPRD Riau, yakni Muhammad Faisal Aswan (Partai Golkar) dan Muhammad Dunir (PKB).

Dua tersangka lainnya adalah Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dispora Riau Eka Dharma Putra dan Rahmat Syahputra staf PT Pembangunan Perumahan (PP). (tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.