Kenaikan BBM

Mako Tabuni Gunakan Senjata Milik Anggota Polri

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni, dalam menjalankan aksi semasa hidupnya menggunakan senjata api yang dicurinya dari anggota Polri.

"Informasi bahwa senjata api yang digunakan oleh Mako Tabuni yaitu revolver itu adalah senjata api yang dicurinya dari milik anggota Polri," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Selasa.

Pada tahun 2010, setelah dibuka file yang ada di Kepolisian Daerah (Polda) Papua tercatat pencurian yang terjadi di Waena, dicocokan dengan hasil nomor senjata yang ada dengan file telah cocok, ujarnya.

"Ini salah satu senjata api yang dicuri di perumahan milik anggota Polri yaitu pada tahun 2010 peristiwanya. Itu kabar yang kita terima terakhir dari Papua," kata Boy.

Sebelumnya Kabag Penum mengatakan bahwa senjata api jenis revolver yang digunakan Mako Tabuni terindikasi untuk menembak Satpam Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura Tri Sasono pada Minggu malam (10/6) sekitar pukul 21.30 WIT.

"Telah dilakukan konstruksi dan pemeriksaan di Laboratorium Forensik terkait penggunaan senjata api dan hasilnya positif senjata digunakan Mako Tabuni," kata Boy.

Tri Sasono adalah Satpam yang betugas Uncen sekaligus merangkap sebagai tukang ojek, ujarnya.

Mako Tabuni merupakan salah salah satu koordinator KNPB yang tewas tertembak aparat keamanan saat hendak ditangkap Kamis (14/6) dan salah satu pelaku penembakan di beberapa tempat, khususnya Jayapura dan Abepura.

Dia tewas tertembak anggota polisi saat dilakukan pemeriksaan dimana yang bersangkutan ditemukan di terminal dan tidak bersedia diperiksa bahkan melawan dan melarikan diri. Selanjutnya terjadilah perburuan dan petugas lain melakukan tindakan hukum untuk melumpuhkan dengan tembakan, sehingga kritis dan dibawa ke Rumah Sakit Jayapura dan meninggal dunia di sana.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat