Berburu Harta Luthfi

Mantan Pemimpin Al-Qaeda Mogok Makan

Nouakchott (AFP/ANTARA) - Seorang mantan pemimpin Al Qaeda yang diekstradisi ke Mauritania pada April setelah ditahan di Iran pada 2002 melakukan mogok makan, menurut laporaan yang diperoleh dari keluarganya pada Rabu.


Mahfoud Ould Waled "menolak untuk makan, juga untuk dikunjungi dan untuk bekerja sama dengan pemerintah sebagai tanda protes terhadap tekanan yang memaksa dia untuk bertemu dengan delegasi politik asing," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan.


Tidak diketahui kapan Ould Waled mulai mogok makan, atau siapa orang asing yang ingin bertemu dengan dia.


Keluarganya juga meminta pembebasannya agar dapat kembali bersama keluarganya.


Seorang sumber keamanan mengatakan Ould Waled, yang telah berada dalam tahanan rumah di Iran karena "menjadi bagian dari Al-Qaeda," tiba di Nouakchott pada 5 April.


Kedatangannya itu "difasilitasi oleh pemerintah Mauritania" sebagai imbalan untuknya yang secara terbuka menyangkal pandangan jihadnya.


Ould Waled adalah salah satu mufti ternama (penafsir hukum Islam) Taliban ketika mereka berkuasa di Afghanistan dan disebut sebagai sekutu pendiri Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang tewas tahun lalu di Pakistan.


Namun keduanya terpisah setelah serangan September 11, 2001 di New York yang diyakini Waled "illegal menurut Syariah (hukum Islam)", ujar seorang ahli kasus itu kepada AFP.


Setelah Amerika Serikat menginvasi Afghanistan pada Oktober 2001, dan disusul kejatuhan Taliban, Waled melarikan diri ke Iran di mana kemudian ia ditangkap.


Al-Qaeda di Islamic Maghreb (AQIM), yang berjanji setia kepada jaringan teroris pada 2006, sangat aktif di wilayah Sahel termasuk Mauritania, di mana mereka melakukan serangan dan menculik beberapa orang Barat. (yg/ik)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.