Perang Lawan Geng Motor

Mantan Wapres Taiwan Bebas dari Tuduhan Korupsi

Taipei (AFP/ANTARA) - Mantan wakil presiden Taiwan, Annette Lu, dan seorang mantan pembantu presiden telah dibebaskan dari tuduhan korupsi dan pemalsuan setelah jaksa gagal membuktikan keterlibatan mereka.


Lu dan Yu Shyi-kun, mantan sekretaris jenderal dalam masa jabatan presiden Chen Shui-bian, telah didakwa pada 2007 karena diduga menyalahgunakan posisi mereka untuk mengklaim jutaan dolar Taiwan dalam surat bukti penerimaan palsu.


"Lu dan Yu dinyatakan tidak bersalah karena jaksa gagal membuktikan mereka telah menggunakan posisi mereka untuk menipu atau melakukan pemalsuan," kata pengadilan distrik Taipei dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin.


Lu adalah wakil Chen selama masa jabatan 2000-2008, jabatan pemerintah paling senior yang pernah dipegang seorang wanita di Taiwan.


Seorang mantan tahanan politik dan pendukung hak-hak manusia, Lu sempat mengajukan diri untuk menjadi nominasi oposisi utama Partai Demokratik Progresif dalam pemilu presiden 2012, namun mundur pada awal proses.


Taiwan telah diguncang oleh serangkaian kasus korupsi tingkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, mereka yang terlibat mulai dari mantan presiden Chen hingga pejabat tinggi di pemerintahan Presiden Ma Ying-jeou.


Pada Selasa Lin Yi-shih, sebelumnya merupakan pendatang baru yang populer di partai Kuomintang, ditahan setelah ia mengakui mengambil jutaan dolar AS dari seorang pengusaha saat ia menjadi anggota parlemen dua tahun lalu.


Chen saat ini menjalani hukuman penjara 17 tahun enam bulan karena dua kasus penyuapan. (ia/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.