Rabat (AFP/ANTARA) - Maroko menyatakan bahwa duta besar Suriah untuk Rabat adalah orang yang tidak diinginkan dan memintanya untuk meninggalkan negara itu, kata kementerian luar negeri, Senin.


"Maroko telah menyatakan bahwa duta besar Suriah untuk Rabat (Nabih Ismail) adalah orang yang tidak diinginkan dan telah menuntut agar dia meninggalkan kerajaan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.


"Pemerintahan Maroko telah mengikuti dengan keprihatinan besar kekerasan yang membuat warga Suriah menderita," katanya menambahkan, yang mengakibatkan 20 ribu orang tewas akibat konflik tersebut.


Aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa lebih dari 17.000 orang tewas di Suriah sejak meletusnya pemberontakan pada Maret 2011 yang melawan rezim otoriter Presiden Bashar al-Assad.


Pada 6 Juni, para partisipan bertemu di Paris, dengan sebutan kelompok "Friends of Syria" yang memutuskan untuk memberikan dukungan di belakang oposisi dan sepakat untuk mengadakan pertemuan berikutnya di Maroko. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.