Penghargaan buat SBY

Marty: OKI Bekukan Keanggotaan Suriah

Jakarta (ANTARA) - Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) akhirnya mengeluarkan pernyataan bersama untuk membekukan keanggotaan Suriah di OKI terkait situasi konflik di negara itu.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan ketegangan di Suriah menjadi semakin memanas dan telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan.

"Kekerasan dan pembunuhan harus segera dihentikan. Masyarakat internasional, termasuk PBB, tidak boleh berpangku tangan. Peperangan di Suriah telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan," kata Marty dalam siaran persnya yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

OKI menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) luar biasa tingkat Menlu di Arab Saudi, Selasa (14/8) dan Rabu, guna membahas tentang isu utama yang dihadapi umat Islam, antara lain mengenai Suriah, Palestina, Muslim Rohingnya Myanmar dan Mali.

Pada akhir pertemuan tersebut, para menlu OKI mengeluarkan resolusi dan pernyataan bersama terkait permasalahan di sejumlah negara tersebut, yang salah satunya adalah menskors Suriah.

Rohingya


Terkait masalah Muslim Rohingnya di Myanmar, Marty menyatakan Indonesia akan terus mendorong penghormatan atas hak penduduk dan komunitas Rohingnya.

Dalam KTT luar biasa tersebut, para menlu OKI mendukung peran ASEAN dalam membantu proses reformasi dan demokrasi di Myanmar, termasuk konflik Muslim Rohingnya.

"Rohingnya menjadi bagian integral dari proses reformasi dan demokratisasi di Myanmar. Oleh karena itu, Indonesia telah dan akan terus menekankan penghormatan atas hak penduduk dan berbagai komunitas di Myanmar," kata Marty.

Indonesia, bersama dengan Brunei Darussalam, Malaysia dan Bangladesh, juga berhasil mendorong negara anggota OKI lain untuk secara konstruktif mendukung penyelesaian permasalahan Muslim Rohingnya di Myanmar.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.