Perang Lawan Geng Motor

Marzuki Alie Minta Eksekutif Tidak Rayu DPR untuk Korupsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Marzuki Alie menyatakan korupsi anggaran tak lepas karena adanya kongkalikong antara oknum di lembaga legislatif atau DPR dengan pihak eksekutif.

Menurutnya, berdasarkan modus kasus korupsi selama ini, korupsi yang melibatkan anggota DPR tak lepas karena pihak eksekutif menjanjikan sesuatu terlebih dahulu terkait pembahasan dan persetujuan anggaran.

"DPR itu kan legislatif, hanya mengesahkan anggaran, di mana korupsinya kan harus ada janji dari eksekutif. Eksekutif menjanjikan nanti setelah tender menangnya diatur, nah uang yang menang itu sebagian dipotong untuk dibagi-bagi, kan begitu. Jadi, kalau tidak ada kongkalikong, t(korupsi) tidak akan terjadi. Makanya seperti korupsi Al Quran, tidak mungkin kalau tidak melibatkan eksekutif," ujar Marzuki usai buka puasa bersama Presiden dan Wapres di kediamannya, komplek Widya Chandra, Jakarta, Rabu (25/7/2012) malam.

Hal ini disampaikan Marzuki menyusul adanya penetapan tersangka kepada Ketua Komisi XI DPR dari PDIP, Emir Moeis, dalam kasus korupsi proyek pembangunan PLTU Tarahan Lampung 2004.

Jadi, pihak eksekutif yang memulai memberikan 'ikan'?

"Nah itu yang saya ingatkan. Tadi, Bapak Presiden juga ngomong bersihkan. Pak Presiden juga terbuka di kejaksaan, tegas, tidak ada alasan untuk tidak menegakkan hukum. Saya kira pidato beliau hari ini sangat tegas sekali. Beliau tetap komitmen untuk meningkatkan pemberatasan korupsi, meningkatkan rasa aman, jumlah polisi ditambah. Ini suatu hal yang luar biasa," kata politisi Partai Demokrat itu.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat