Penghargaan buat SBY

Marzuki Alie Usul Calon Presiden dari Kalangan Profesional

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Partai Demokrat tengah membidik kalangan profesional menjadi calon Presiden 2014 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh politisi senior Partai Demokrat, Marzuki Alie.

"Pada waktunya nanti kita endorse apakah itu kader PD, apakah itu orang luar kita akan endorse itu. Artinya, kita tidak menutup kemungkinan untuk mengendoroses, apapun kita cari yang profesional," ujar Marzuki, yang juga Ketua DPR ini kepada wartawan, di Kompleks DPR, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Tegas dikatakan, capres dari unsur profesional tersebut akan lebih dilihat sejauh mana konstribusinya di dalam membangun bangsa ini.

"Tetapi diusahakan kalau bisa begitu dia menjabat tidak ada konflik. Konfliknya apa? Kalau dia punya usaha kan jadi konflik makanya orang-orang profesional."

"Misalnya Agus Marto (Menteri Keuangan-red). Kalau dia bagus ya. Dia berjuang dari bawah ke atas, track recordnya bagus, punya sikap integritas bagus, trus kita lihat why not untuk kita endorse. Ada misalnya Pak Zulkifli (Direktur Bank Mandiri-red), ada pak Emir Satar (Direktur Garuda)," papar Marzuki.

Salah seorang anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini menegaskan, capres tidak harus berasal dari kader parpol sendiri. "Tidak harus melalui jalur parpol. Jadi, jangan seolah-olah oligarki, parpol menutup ruang kepada anak bangsa yang mampu punya kapasitas untuk memimpin negara ini. Itu tidak baik," tegasnya.

Berita Terkait: Calon Presiden 2014
  • Partai NasDem Siap Tampung JK
  • Puan Maharani Tunduk Keputusan Partai Bila Diminta Maju
  • JK Tidak Tahu Ratusan Kader Ancam Keluar dari Golkar
  • Anas Urbaningrum Nilai UU Pilpres Masih Relevan
  • Ical: Golkar Tak Bisa Dipecah Belah
  • Pengamat: Hatta Rajasa Penuhi Kriteria Capres 2014
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat