Penghargaan buat SBY

Masih Ada Generasi Muda Kurang Menghargai Pejuang

Medan (ANTARA) - Anggota DHD Angkatan 45 Provinsi Sumatera Utara, Ki Supandi Prawiro (72). mengaku, masih ada generasi muda kurang menghargai pejuang yang berjasa dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI dari tangan penjajah Belanda.

"Sikap yang tidak terpuji itu harus dihilangkan jauh-jauh, karena hal ini akan merugikan nama baik generasi muda yang umumnya para pelajar SLTA dan mahasiswa," katanya di Medan, Jumat dinihari, usai melaksanakan Upacara Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan "Bukit Barisan" di kota tersebut.

Pada Upacara Renungan Suci di Makam Pahlawan itu, bertindak sebagai Inspektur Upacara Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, sedangkan Komandan Upacara Kompol Sutrisno Hadi dari Polresta Medan.

Turut hadir pada acara tersebut, Pangkosek Hanudnas III Medan Marsekal Muda TNI Yuyu Sutisna, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Cornelius Hutagaol, Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan undangan lainnya.

Supandi mengatakan, sikap kurang peduli atau cuek terhadap para pejuang yang masih hidup saat ini, bukanlah budaya bangsa Indonesia yang selama ini dikenal sangat menghormati para veteran pejuang kemerdekaan di republik tercinta ini.

Apalagi, kata Supandi, yang namanya para pejuang itu, adalah orang yang dianggap berjasa dan punya andil dalam merebut Indonesia dari tangan musuh, penjajah Belanda.

Oleh karena itu, setiap detik-detik HUT Kemerdekaan yang diperingati pada setiap tanggal 17 Agustus, kembali rasanya mendidih darah ini, ketika membayangkan bagaimana pahit getirnya merebut Kemerdekaan RI dari tangan musuh tersebut.

Namun, katanya, ketika Indonesia yang sudah merdeka dan terbebas dari belenggu penjajah yang sangat kecam itu, justru para pejuang yang sudah banyak berjasa itu mengalami kekecewaan.

"Kekecewaan tersebut justru bukan datangnya dari para penjajah asing yang baru, tetapi ditimbulkan dari dalam negeri sendiri. Para generasi muda dinilai tidak mau lagi memberikan sapa tegur dan menghargai para pejuang yang saat ini tak ubahnya seperti sebatang kara dan habis manis sepah dibuang," kata mantan Prajurit Kavaleri pengawal mantan Presiden RI pertama Soekarno di Istana Cipanas tahun 1960-an itu.

Supandi menambahkan, seharusnya para generasi muda tidaklah pantas berbuat seperti itu, karena tanpa jasa-jasa pejuang dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda, mereka tidak akan menikmati kemerdekaan seperti saat ini.

"Seharusnya generasi muda harus berterima kasih kepada para pejuang yang ikut berperang secara fisik memanggul senjata untuk mengusir penjajah Belanda dari muka bumi Indonesia," kata Supandi yang memiliki Satya Lencana GOM II Kemerdekaan RI, Satya Lencana Kesetian IV, VIII, XV dan XX dari Pemerintah, Bintang Seroja dan tanda jasa lainnya.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.