Yerusalem (AFP/ANTARA) - Penyerang tidak dikenal berusaha membakar masjid di Tepi Barat dan mencoret-coret masjid itu dengan tulisan berbahasa Ibrani pada Selasa pagi.
"Pada tengah malam ... seseorang memasuki masjid, menerobos jendela, dan menyalakan korek yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran," kata seorang penduduk dari desa Jaba, yang berlokasi di antara Yerusalem dan Ramallah, kepada radio tentara Israel.
"Mereka menulis dalam bahasa Ibrani, âPerang telah dimulaiâ, dan âBayar hargaâ," kata sumber tersebut, yang diidentifikasi radio sebagai Sheikh Datoun.
"Para tetangga melihat api, berlari ke masjid dan memadamkannya," katanya.
Kepolisian Israel mengatakan kepada AFP bahwa mereka belum melakukan penyelidikan forensik tetapi ada tanda-tanda yang menunjukan kepada aktivis pemukiman.
"Saat ini ada petunjuk berbeda yang mengarah kepada kemungkinan bahwa pembakaran itu disebabkan akibat dari salah satu insiden label harga, itu salah satu petunjuk yang akan kami selidiki," kata juru bicara kepolisian, Micky Rosenfeld.
"Label harga" adalah bahasa halus untuk kejahatan dari kebencian balas dendam oleh para ekstremis Israel yang dilakukan sebagai protes atas langkah pemerintah terhadap pemukiman.
Mereka biasanya menargetkan penduduk Palestina dan Arab tetapi juga ditunjukan kepada aktivis sayap kiri Israel dan tentara. Insiden itu termasuk beberapa serangan pembakaran terhadap kendaraan dan masjid.
Para pelaku sulit ditangkap, meskipun dalam beberapa bulan terakhir pasukan keamanan telah meningkatkan keamanan dalam upaya menekan fenomena tersebut setelah serangan terhadap sebuah pangkalan militer pada tahun lalu. (jk/ml)


Yahoo! OMG