Laporan Wartawan Tribunnews.com Widya Buana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat Aceh yang menetap di Negara Denmark hari ini sabtu 27 Agustus 2011, akan berkumpul di sebuah lokasi berdekatan kota Aalborg Gl. lindholm skole, lindholmsvej 65, 9400 Nørresundby – Aalborg, Denmark. Mereka berkumpul dalam rangka buka puasa bersama, dan silaturahmi.
Hal ini ditegaskan Tarmizi Age, Koordinator World Achehnese Association di Denmark setelah menerima undangan yang disebarkan melalui jaringan internet dan lisan kepada masyarakat Aceh Denmark.
Tarmizi menyebut, warga ikut yang ikut buka bersama juga berpartisipasi dengan membawa berbagai makanan berbuka dari rumah.
"Semua masyarakat Aceh Denmark bisa hadir pada acara buka puasa bersama Masyarakat Aceh Denmark yang di fasilitasi WAA," ungkapnya.
Ia menambahkan, bagi masyarakat Aceh di Denmark waktu berpuasa yang panjang sudah tidak menjadi halangan. Apalagi hal tersebut merupakan kewajiban yang di laksanakan setiap tahun oleh ummat Islam di manapun berada.
"Jika kita berpandukan pada kalender ramadhan di www.islamicfinder.com/ waktu ibadah puasa di kota Aalborg hari ini sabtu 27 ramadhan, waktu berbuka bergeser (lebih awal) sekitar satu jam jika di bandingkan dengan hari pertama berpuasa," ungkapnya seraya mengatakan, waktu sahur juga bergeser atau lebih telat setengah jam.
"Hal tersebut bisa kita lihat dari imsakiah ramadhannya, yaitu pada hari pertama ramadhan Fajar 2.55 pagi, dhuhur 1.27, Ashar 5.44, magrib 9.35 dan isha 11.44," paparnya.
"Untuk hari ini sabtu (27 ramadhan) - Fajar jam 3.31 pagi, dhuhur 1.22 tengah hari, asar 5.12,magrib 8.32, dan isha 11.01 menit malam, dengan demikian sudah tentu waktu berpuasa di Denmark lebih panjang dari berpuasa di Aceh."
Untuk di ketahui, ada ratusan rakyat Aceh tersebar di Negara Denmark, mereka mendapat suaka politik akibat konflik yang panjang di Aceh. Namun ada juga yang sudah pulang ke Aceh setelah perdamaian di tandatangani GAM – RI di Helsinki 15 Agustus 2005.



Belum ada komentar